HARIAN DISWAY - Lebih dari 17,5 juta data pribadi pengguna Instagram dilaporkan beredar di forum peretas dan situs dark web.
Temuan itu diungkap oleh perusahaan keamanan siber Malwarebytes, yang memperingatkan adanya potensi penyalahgunaan data secara masif.
Dalam laporannya, Malwarebytes menyebut kebocoran tersebut terdeteksi saat timnya melakukan pemantauan rutin terhadap platform bawah tanah (underground platforms).
Platform tersebut kerap menjadi tempat jual beli data hasil peretasan. Dari hasil pemantauan itu, ditemukan satu kumpulan besar data.
BACA JUGA:Serangan Siber Semakin Marak di 2026 Karena Kebocoran Data Pribadi, UU PDP Harus Dikuatkan
BACA JUGA:Soal Kebocoran Data KPU, Ganjar Minta Penegak Hukum Segera Bertindak
Data-data tersebut diklaim terkait dengan sekitar 17,5 juta akun Instagram dari berbagai wilayah di dunia.
Ilustrasi peretas. Data Instagram sejumlah 17,5 juta dipastikan bocor di situs dark web.--freepik
Kini, setelah data tersebut beredar luas dan bahkan ditawarkan secara gratis di forum peretas, kekhawatiran terhadap risiko kejahatan siber pun meningkat.
Meski tidak ditemukan indikasi bahwa kata sandi akun ikut bocor, para pakar menilai informasi yang tersebar tetap sangat berbahaya.
Jenis Data yang Bocor
Menurut Malwarebytes, data yang terekspos mencakup beragam informasi pribadi pengguna.
BACA JUGA:Gangguan Server PDN Picu Kebocoran Data? Pakar Siber Wanti-wanti
BACA JUGA:Kemendagri Bantah Ada Kebocoran Data 337 Juta KTP
Di antaranya adalah nama pengguna (username), nama lengkap, alamat email, nomor telepon, alamat fisik sebagian, hingga detail kontak lainnya.
Informasi semacam itu dinilai cukup untuk dimanfaatkan pelaku kejahatan siber dalam berbagai skema penipuan.