BACA JUGA:Xabi Alonso Akhirnya Lega Usai Real Madrid Kalahkan Alaves 2-1
BACA JUGA:Alaves vs Real Madrid 1-2, Mbappe-Rodrygo Amankan Posisi Xabi Alonso
Ada pula pemain yang datang mepet waktu, menyelesaikan sesi, lalu langsung pergi tanpa terlibat lebih jauh. Sejumlah sumber menyebut bahwa mereka merasa frustrasi dengan gaya Xabi yang keras, tidak santai dan kebapakan seperti Carlo Ancelotti.
Menurut Edu Aguirre, jurnalis yang sangat dekat dengan Madrid, Xabi sangat sering mengingatkan sejumlah pemain untuk menjalani latihan sendiri di gym. Atau latihan pressing, atau menjalankan pekerjaan taktis sesuai arahan. Tapi tidak diindahkan.
Di luar latihan pun begitu. Vinicius sudah beberapa kali menjadi sorotan karena marah-marah ketika diganti. Fede Valverde mengaku tidak suka diposisikan sebagai bek oleh Xabi. Padahal keputusan taktikal itu adalah warisan dari Ancelotti.
Para pemain bahkan pernah marah kepada sang pelatih karena diajak menginap di Bilbao sehari sebelum laga tandang. Mereka lebih suka berangkat di hari-H, karena penerbangan Madrid-Bilbao tak sampai sejam.
BACA JUGA:Real Madrid Lepas Puncak Klasemen, Xabi Alonso: 'Kami Belum Turun Gunung'
BACA JUGA:Xabi Alonso Beri Dukungan ke Araujo, Ingatkan Pemain Bukan Mesin
Friksi antara Alonso dan para pemain meningkat sejak Oktober, namun selalu diredam oleh semua pihak. Klub mengatakan bahwa mereka baik-baik saja, dan para pemain sangat mendukung sang entrenador.
Namun kini semua tahu, Mbappe dkk tak pernah menaruh respek padanya. Xabi hengkang membawa serta timnya. Yakni Ismael Camenforte-Lopez (kepala persiapan fisik tim), dua asisten, Sebastián Parrilla dan Alberto Encinas, serta kepala tim analisis Beñat Labaien Soto.
Tidak ada orang di dalam klub, termasuk para pemain, yang mengetahui kabar pengunduran diri Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid. Mereka baru tahu dari pengumuman resmi klub yang baru-baru ini dirilis.
Sakit hati Xabi pada mereka rupanya begitu dalam... (*)