HARIAN DISWAY - Raphinha menjadi sorotan utama saat Barcelona menjuarai Piala Super Spanyol 2025/2026 usai menundukkan Real Madrid 3-2 pada 12 Januari 2026 lalu.
Winger asal Brasil itu tampil gemilang dengan mencetak dua gol, sekaligus kembali menegaskan perannya sebagai figur kunci dalam skema permainan Hansi Flick.
Namun, di balik performa impresif tersebut, terdapat kekhawatiran tersendiri. Raphinha ditarik keluar pada menit ke-83, hanya tujuh menit jelang laga berakhir, padahal ia tengah berada di ambang hat-trick dan Barcelona masih harus mempertahankan keunggulan tipis.
Keputusan Flick sempat mengundang tanda tanya, terlebih sang pelatih memasukkan Marcus Rashford sebagai pengganti.
BACA JUGA:Barcelona Rampungkan Pendaftaran Joao Cancelo Jelang Laga Copa Del Rey
BACA JUGA:Prediksi Skor Racing Santander vs Barcelona, Update Kondisi, Head to Head, dan Susunan Pemain
Duel Asencio (kiri) dan Raphinha (kanan) dalam laga Barcelona vs Real Madrid, Final Super Spanyol, Senin 12 Januari 2026-Vincent West-Reuters
Menurut laporan Football Espana, pergantian tersebut bukan semata keputusan taktis. Raphinha disebut bermain sambil menahan ketidaknyamanan otot hamstring kiri. Itu adalah cedera yang sudah mengganggunya dalam beberapa pekan terakhir.
Seusai ditarik keluar, kamera menangkap momen emosional ketika Raphinha memeluk Flick dan dokter tim, Dr. Ricard Pruna, yang mencerminkan betapa seriusnya kondisi sang pemain.
Sejak kembali dari jeda musim dingin, menit bermain Raphinha memang dibatasi ketat oleh tim medis. Ia hanya diizinkan tampil sekitar 60 menit saat melawan Espanyol di La Liga dan Athletic Club di semifinal Supercopa.
Untuk laga final kontra Real Madrid, batas itu dinaikkan menjadi 75 menit, namun Raphinha kembali melampauinya dengan bermain hingga menit ke-83. Itu merupakan sebuah risiko yang diambil Flick mengingat pentingnya laga El Clasico di partai final.
BACA JUGA:Barcelona Tawar Harga Marcus Rashford, Man United Dihadapkan Dua Opsi Transfer
BACA JUGA:Rating Pemain Real Madrid Usai Kalah di Final Lawan Barcelona, Hanya Vini yang Bagus
Keputusan tersebut pada akhirnya terbayar. Selain dua gol krusial, kontribusi Raphinha terlihat jelas dalam intensitas pressing tinggi di sisi sayap bersama Lamine Yamal.
Skema itu yang membuat Real Madrid kesulitan membangun serangan dari belakang dan kerap dipaksa melepas umpan panjang. Dampak taktisnya jauh melampaui statistik gol semata.