HARIAN DISWAY - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun ini sudah banyak dinanti-nantikan umat Islam. Setiap tahun, awal Ramadan selalu berubah karena mengikuti Kalender Hijriah.
Belakangan, pertanyaan tentang kapan puasa dimulai semakin marak. Persiapan untuk menyambut Ramadan 2026 juga mulai banyak dilakukan. Masyarakat mulai menghitung mundur hari-hari menuju Ramadan.
Berapa Hari Lagi Ramadan 2026?
Jika dihitung dari 21 Januari 2026, puasa Ramadan tidak sampai satu bulan lagi. Namun, tanggal pastinya masih perlu dihitung lagi. Ada sedikitnya dua metode penetapan yang membuat awal puasa sering tidak sama.
Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Selasa, 18 Februari 2026. Dengan acuan ini, puasa akan dimulai 28 hari lagi. Penetapan ini dilakukan melalui metode hisab.
BACA JUGA:6 Aktivitas Sederhana setelah Sahur Agar Tetap Produktif Saat Puasa
BACA JUGA:3 Puasa Sebelum Iduladha yang Membantu Dapatkan Keutamaan di Bulan Dzulhijjah
Sementara itu, pemerintah berpotensi menetapkan awal Ramadan pada Rabu, 19 Februari 2026. Jika demikian, puasa Ramadan 2026 dimulai 29 hari lagi. Untuk metode yang ini, keputusan resmi awal puasa menunggu sidang isbat.
HILAL atau bulan sabit muda menjadi penanda bulan baru dalam Kalender Hijriah. --Freepik
Perbedaan Penetapan Awal Ramadan
Muhammadiyah menggunakan metode hisab haqiqi wujudul hilal. Metode ini berbasis perhitungan astronomi yang ilmiah. Metode ini digunakan secara konsisten setiap tahun.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama menggunakan rukyatul hilal. Metode ini dikombinasikan dengan kriteria ikmanur rukyat. Hasil akhirnya ditetapkan lewat sidang isbat.
Perkiraan Awal Ramadan 2026 secara Internasional
Secara global, perkiraan awal Ramadan 2026 juga bervariasi. Mayoritas berada pada rentang 18 hingga 19 Februari 2026, bergantung pada penampakan hilal di masing-masing daerah.
BACA JUGA:Menggabungkan Niat Puasa Enam Hari Syawal dengan Qadha Puasa Ramadan: Bolehkah?