Trauma Vietnam di Tanah Iran

Trauma Vietnam di Tanah Iran

ILUSTRASI Trauma Vietnam di Tanah Iran.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

MENGAPA Amerika Serikat (AS) keok di Vietnam? Padahal, senjatanya paling canggih untuk ukuran saat itu. Apakah karena tak kuat melawan perang gerilya Vietcong? Ya juga. Namun, bukan itu yang menjadi gong pasukan AS lari dari gelanggang perang.

Penyebab utama AS kalah adalah gejolak dalam negerinya. Seluruh rakyat AS demo masif menuntut stop perang. Masyarakat AS marah besar karena terlalu banyak tentaranya yang tewas. Sekitar 58 ribu tentara hanya pulang nama.

Perang Vietnam bisa dibilang sebagai perang televisi pertama. Pada 1966, Arsip Nasional AS memperkirakan sudah 93 persen rumah yang memiliki televisi. Berita-berita tewasnya lima puluhan ribu tentara dan biaya perang yang sangat mahal memicu kemarahan seantero AS. 

BACA JUGA:Meninjau Negosiasi Berdahak Iran-Amerika Serikat

BACA JUGA:Satu Menit sebelum Iran Berdarah

Istilah wartawan BBC Mark Shea, AS kalah dalam perang di dalam negaranya sendiri. Mundur setelah didemo seluruh penjuru negeri.

Donald Trump kini sedang menyerang Iran. Mungkin satu-satunya yang bisa menghentikan nafsunya menguasai Taheran adalah kemarahan rakyat AS sendiri. 

Sebenarnya, di awal pengeboman Iran, sudah muncul demo di New York dan sejumlah kota. Aksi mengecam Trump. Aparat masih bisa mengendalikan. Belum ada berita ribuan tentara muda AS tewas. Yang bisa menjadi bensin mengobarkan demonstran.

Karena itu, strategi Iran yang langsung  menyerang seluruh pangkalan militer AS sangat jitu. Base camp militer AS yang di Bahrain, Qatar, UEA, Kuwait, Arab Saudi, hingga Yordania, semua disasar rudal Iran. Sebagai balasan awal setelah AS-Israel menyerang Taheran, yang membuat Ayatollah Ali Khamenei gugur.

BACA JUGA:KTT Perdamaian Tanpa Kehadiran Iran

BACA JUGA:Iran Serang Israel, Perang Dunia Ketiga di Depan Mata?

Laporan sejumlah media, tahun 2025  ada sekitar 40 hingga 50 ribu tentara AS di tujuh pangkalan militer di Teluk Arab. Serangan ke pangkalan militer menjadi potensi bagi Iran untuk membunuh pasukan AS.

Trump mengeklaim hanya tiga tentaranya yang tewas. Lain halnya dengan info Jubir Angkatan Bersenjata Iran Kolonel Ebrahim Zolfaghari. Ia menyebutkan, 560 tentara AS tewas dan terluka.

Yang pasti, setelah dirudal Iran, AS menarik pasukannya dari sebagian  besar pangkalan yang luluh lantak itu. Dari Al Udeid, sebanyak 10 ribu prajurit ditarik dari pangkalan terbesar di Qatar itu. Kapal Induk Abraham Lincoln yang dikabarkan sempat dicicipi rudal Iran juga mundur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: