Koruptor Lagi dan Lagi Ditangkapi Aparat KPK: Wajah Teori Anomie
ILUSTRASI Koruptor Lagi dan Lagi Ditangkapi Aparat KPK: Wajah Teori Anomie.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Masyarakat kita sakit. Penyakitnya: gemar nyolong. Si miskin mencuri kecil, si kaya dan berkuasa korupsi. Kita memarkir motor di luar halaman rumah tanpa dikunci (setang), bisa raib. Sementara itu, koruptor terus ditangkapi aparat KPK. Terbaru, Bupati Pekalongan FAR. Jadi, si miskin dan kaya sama saja.
KRIMINALITAS ngetren sekarang adalah maling dan begal motor serta koruptor ditangkap KPK. Jumlah kasusnya banyak. Rutin. Pelaku mewakili masyarakat kelas bawah dan kelas atas. Miskin dan kaya sama-sama suka nyolong. Parah.
Berita media massa tentang maling dan begal motor setiap hari ada. Masyarakat takut. Takut memarkir motor sembarangan, takut naik motor malam hari di jalanan yang relatif sepi.
Pencurian motor paling menonjol di Jakarta terjadi di Palmerah, Jakarta Barat, Rabu pagi, 7 Januari 2026. Pelakunya dua pria. Motor di dalam halaman rumah warga, dikunci dan digembok, mereka colong. Kejadiannya dipergoki pemilik motor. Pemilik langsung menghadap pelaku.
BACA JUGA:KPK Larang Koruptor Pakai Masker, Mengapa DPR Terganggu?
BACA JUGA:Paradoks Empati terhadap Koruptor: Mempertaruhkan Logika Keadilan dan Moralitas Negara
Namun, salah seorang pelaku meletuskan tembakan ke udara. Korban takut. Tetangga korban keluar rumah, membantu korban. Tetangga pria berinisial M itu langsung ditembak pelaku. Kena kaki. Pemilik motor dan M sama-sama takut. Kedua pelaku kabur naik dua motor (salah satunya motor colongan).
Korban lapor polisi. Korban menjelaskan ciri-ciri para pelaku ke polisi. Akhirnya kedua pelaku ditangkap polisi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin kepada wartawan, Minggu, 11 Januari 2026, mengatakan, pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda. Vernando, 33, ditangkap di sebuah hotel di Gondokusuman, Yogyakarta, Jumat, 9 Januari 2026. Robi Candra, 43, ditangkap di Cimahi, Jabar, Sabtu, 10 Januari 2026.
Kombes Iman: ”Para pelaku memang komplotan maling motor. Pada hari kejadian, mereka mencuri empat motor di empat lokasi di Jakarta. Mereka beroperasi di seluruh wilayah Jakarta.”
BACA JUGA:Kita Panen Koruptor
BACA JUGA:Program Tanah Koruptor untuk Perumahan Rakyat
Modusnya, menurut Iman, selalu sama. Para pelaku naik motor berboncengan, keliling mencari motor yang kira-kira bisa dicolong. Setelah menemukan target, mereka mulai mencuri. Bekalnya aneka kunci dan senjata api.
Iman: ”Ada tujuh unit motor curian diamankan dari kedua pelaku. Kami juga menyita 2 pucuk senjata api rakitan, 12 butir peluru, 1 set kunci leter T beserta 15 anak kunci, serta pakaian yang digunakan saat beraksi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: