Koruptor Lagi dan Lagi Ditangkapi Aparat KPK: Wajah Teori Anomie

Koruptor Lagi dan Lagi Ditangkapi Aparat KPK: Wajah Teori Anomie

ILUSTRASI Koruptor Lagi dan Lagi Ditangkapi Aparat KPK: Wajah Teori Anomie.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Misalnya, ucapan orang: ”Hebat ia bisa membobol rumah dan nyolong motor yang digembok.” Atau, ”Gila, ia korupsi Rp56 triliun.” Atau, banyak lagi.

Di komunitas itu anak-anak melihat orang dewasa mencuri atau di suatu tempat kerja bawahan melihat atasan korupsi. Akhirnya, moralitas mereka bergeser: Bahwa mencuri bukan lagi kejahatan, melainkan strategi bertahan hidup atau bahkan tanda kesuksesan.

Jadi, teori anomie dan teori diferensiasi asosiasi cocok dengan kondisi masyarakat Indonesia sekarang. 

Sebenarnya ada sisi baiknya dari kondisi kita sekarang. Yakni, pemerataan. Si miskin nyolong motor agar motornya bisa dijual sehingga ia punya cukup duit. Pemerataan kekayaan. 

Si kaya korupsi karena mereka sudah bermodal besar untuk bisa jadi pejabat publik. Uang yang mereka korup seharusnya untuk kesejahteraan rakyat. Dengan kata lain, koruptor melakukan pemerataan kemiskinan. Biar semua orang miskin dan keluarganya sendiri yang kaya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: