Kondisi tersebut diperparah aktivitas sekolah yang berada tepat di sekitar simpang. Mobilitas orang tua yang menjemput siswa, ditambah kendaraan yang parkir di bahu jalan, kerap memakan hampir separuh badan jalan.
BACA JUGA:Sabung Ayam di Sidoarjo Diobrak Polisi
“Baik di depan sekolah maupun di Jalan Mayjen Sungkono, saat berangkat dan pulang sekolah menjadi padat,” kata AKP Kharisma.
Satlantas Polresta Sidoarjo sudah melakukan sejumlah langkah. Mulai penempatan personel, rekayasa lalu lintas, hingga sosialisasi kepada pengguna jalan.
Di sisi lain, pihak sekolah menyatakan siap ikut berperan mengurai kemacetan. Kepala MTs Bilingual MINU Pucang Syamsuhari, menyebut salah satu wacana adalah pembangunan area drop zone bagi wali murid.
BACA JUGA:Program MBG di MAN Sidoarjo Bikin Siswa Punya Kesempatan Menabung dan Hemat Rp10 Ribu
Sekolah juga telah membuka akses pintu masuk dari sisi selatan dan merencanakan pembangunan jembatan untuk kendaraan roda dua. “Kami sudah mengantongi izin dari pihak terkait. Kendalanya saat ini masih soal pembiayaan,” ujarnya.
Pihak sekolah akan memaksimalkan halaman depan sebagai drop zone sembari mensosialisasikan keterbatasan area parkir. Utamanya kendaraan roda empat.
Kemacetan di sekitar Simpang Tiga Pucang menegaskan bahwa macet bukanlah sekadar fenomena harian yang harus dimaklumi. Penataan lalu lintas dan kolaborasi semua pihak, diyakini menyelesaikan masalah tersebut. (*)