Riwayat Pendidikan Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI

Jumat 23-01-2026,10:31 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

HARIAN DISWAY - Nama Thomas Djiwandono tengah menjadi sorotan publik setelah diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Selain menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, Thomas juga dikenal sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto. Sehingga latar belakang pendidikan dan rekam jejaknya ikut mendapat perhatian luas.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut terdapat “alasan tertentu” di balik pengusulan nama Thomas oleh Presiden Prabowo.

BACA JUGA:Purbaya Nilai Thomas Djiwandono Punya Kapasitas untuk Duduki Kursi Deputi Gubernur BI

BACA JUGA:DPP Perbasi 2024-2028 Resmi Dilantik, Budisatrio Djiwandono Memimpin Era Baru

Namun, pemerintah belum merinci secara terbuka alasan tersebut kepada publik.

Menanggapi kekhawatiran soal independensi Bank Indonesia, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa seluruh kebijakan di Bank Indonesia diambil secara kolektif kolegial.

Menurutnya, seorang deputi gubernur tidak mungkin mengambil keputusan strategis secara sepihak.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

Dikutip dari laman resmi Partai Gerindra, Thomas M. Djiwandono—atau karib disapa Tommy—lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.

Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini mengajar di Nanyang Technological University, Singapura. Sementara sang ibu adalah kakak kandung Prabowo Subianto.

Dari garis keluarga besar, Thomas juga merupakan cicit R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI 46. Saat ini, Thomas telah menikah dan dikaruniai tiga orang anak.

BACA JUGA:Aklamasi! Budisatrio Djiwandono Jabat Ketum PP Perbasi 2024-2028

BACA JUGA:Munas Perbasi 2024 Resmi Dibuka, Budisatrio Djiwandono Jadi Calon Tunggal Ketua Umum

Dalam bidang pendidikan, Thomas menempuh pendidikan menengah di SMP Kanisius, Menteng, Jakarta. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke luar negeri. Ia meraih gelar sarjana di bidang sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Pendidikan pascasarjananya ditempuh di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS), Washington, dengan fokus studi International Relations dan International Economics.

Rekam Jejak Karier dan Politik

Kategori :