BI Jatim: Penukaran Uang Lebaran Hanya di Tempat Resmi, Waspada Jasa Pinggir Jalan!
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal Saat Menjelaskan ke Pers di Bandung, Sabtu 14 Februari 2026-Edi Susilo Disway -
SURABAYA, HARIAN DISWAY- Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa layanan penukaran uang hanya boleh dilakukan di kantor BI atau perbankan resmi yang telah ditunjuk.
Imbauan itu disampaikan untuk meminimalisir praktik penukaran uang tidak sesuai ketentuan yang kerap marak menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Asisten Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Fenty Tirtasari Ekarina mengungkapkan bahwa fenomena penukaran uang dengan imbalan jasa di jalanan menyimpan risiko besar bagi konsumen.
Selain jumlahnya bisa saja tidak akurat, jasa penukaran tak resmi itu juga membahayakan bagi konsumen.
”Khususnya mengenai kepastian jumlah dan keaslian uang,” papar Fenty dalam acara capacity building media BI Jatim di Bandung, Sabtu, 14 Ferbruari 2026.
BACA JUGA:Sustainable Fashion dalam FESyar Bank Indonesia 2025 (1): Sesuai Akidah, Stylish, Ramah Lingkungan
Untuk itu, Fenty menghimbau agar masyarakat menukar uang di tempat resmi. BI sendiri telah memiliki mobil keliling yang bisa dijadikan jujukan warga untuk menukarkan uang.
Tahun ini, BI memprediksi peningkatan kebutuhan uang di seluruh Indonesia menjelang ramadhan dan Idulfitri yang diproyeksika Rp185,6 triliun. Angka itu meningkat 15,1 persen dibandingkan realisasi kebutuhan ramadhan dan Idulfitri 2025.
Selain menyoroti sisi legalitas, BI Jatim juga mencermati kebiasaan masyarakat yang cenderung hobi menukar uang lecek yang sebenarnya masih layak edar di bulan ramadhan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal menyebut banyak warga yang datang ke loket penukaran hanya karena uang lama mereka terlihat kusam atau sedikit terlipat.
BACA JUGA:Perputaran Uang Lebaran 2025 Turun 12,28 Persen, Kadin Jatim: Sinyal Daya Beli Masyarakat Melemah
BACA JUGA:Daftar Pintar BI untuk Tukar Uang Baru Lebaran 2025, Simak Cara, Jadwal, dan Lokasinya!
"Masih ada kecenderungan masyarakat menukar uang yang secara fisik sebenarnya masih dapat digunakan, hanya karena terlihat lecek atau kusam," ujar Rifki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: