BI Targetkan 60 Juta Pengguna QRIS Tahun Ini
Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Willy Togi (kiri) Saat Menjelaskan Ekspansi QRIS 8 Negara di Bandung Sabtu lalu, 14 Februari 2026-Edi Susilo Disway -
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Bank Indonesia (BI) terus mengkampanyekan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Senin 16 Februari 2026.
Tahun ini, bank sentral Indonesia itu menarget transaksi keuangan menggunakan QRIS tembus 17 miliar transaksi.
Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Willy Togi, mengungkapkan bahwa target tersebut bukan sekadar angka. Namun, BI punya filosofis sendiri dalam penentuan target itu.
Karena selain target transaksi, BI juga menarget ekspansi negara dan merchant yang menggunakan QRIS.
BACA JUGA:FGD Bank Indonesia 2-3 Oktober 2025 (1): Melestarikan Cultural Heritage Melalui Tenun Endek
BACA JUGA:Independensi Bank Indonesia dan Mahkamah Konstitusi
BI menarget, tahun ini, QRIS bisa digunakan di 8 negara. Sementara untuk jumlah merchant, targetnya 45 juta. Jika digabung targetnya seperti peringatan HUT Indonesia, 17-8-45. "Ini adalah momentum besar. Kami ingin sistem pembayaran kita merdeka secara digital dan inklusif," ujar Willy di acara capacity building media BI Jatim di Bandung, Sabtu sore.
Ambisi jangkauan QRIS ini, kata Willy bukan tanpa perhitungan. Sebab, performa pengguna QRIS terus melesat setiap tahun sejak diperkenalkan pada 2019 lalu.
Di 2025 lalu semisal. Angka pengguna QRIS telah mencapai 59,53 juga orang. ”Sementara untuk tahun ini, kami menarget 60 juta pengguna,” paparnya.
Willy menyebut, inovasi terus ditingkatkan oleh BI guna memperluas pilihan transaksi keuangan melalui QRIS. Selain QRIS menggunakan kode statis, BI juga telah mengembangkan QRIS Tap In-Tap Out (TAP). Model transaksi keuangan berbasis Near Field Communication (NFC).
Pengguna QRIS TAP saat ini terus meningkat sejak diperkenalkan tahun lalu. Yang sudah digunakan sebanyak 508 ribu kali. ”Atau dengan pertumbuhan bulanan mencapai 1.200 persen,” paparnya.
Capaian meroket ini, kata Willy menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia, terutama Gen Z dan Milenial telah fasih dengan ekosistem pembayaran digital. Utamanya ekosistem pembayaran nirsentuh yang lebih ringkas seperti QRIS TAP. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: