Independensi Bank Indonesia dan Mahkamah Konstitusi
ILUSTRASI Independensi Bank Indonesia dan Mahkamah Konstitusi.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
TANPA BERTELE-TELE, dengan cepat para politikus di Senayan memilih dua pejabat negara. Tidak ada perdebatan. Proses pemilihan terpisah itu terbaca hanya seperti formalitas.
Thomas Djiwandono yang terpilih sebagai deputi Gubernur Bank Indonesia. Sementara itu, Adies Kadir, politikus Golkar, disepakati menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Thomas seperti ”penugasan” aja. Sebelumnya, ia menjabat wakil menteri keuangan. Selain itu, menduduki posisi strategis sebagai bendahara Gerindra.
BACA JUGA:Burden Sharing, Independensi Bank Indonesia, dan Potensi Risiko Fiskal
BACA JUGA:Dana CSR Bank Indonesia Disorot, Klaim Satori Soal Komisi XI DPR Jadi Perbincangan
Yang perlu digarisbawahi, Thomas adalah keponakan Presiden Prabowo Subianto. Ibunya, Biantiningsih Djojohadikoesoemo, kakak kandung Prabowo. Kalau secara DNA, Thomas itu memang keturunan ekonom top. Kakeknya, Prof Soemitro Djojohadikoesoemo, begawan ekonomi.
Ayahanda Thomas adalah Sudrajad Djiwandono, mantan gubernur BI. Berarti ”darah biru” BI. Kembali ke kantor yang pernah dipimpin ayahnya.
Cuma, yang menjadi kekhawatiran ekonom, kehadirannya bisa mengganggu independensi Bank Indonesia (BI). Seperti dikutip KataData, Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menilai kehadiran Thomas makin memperkuat persepsi menurunnya independensi bank sentral.
BACA JUGA:Mahkamah Konstitusi Ubah 21 Pasal UU Cipta Kerja yang Digugat Buruh
BACA JUGA:Prof Henri Subiakto: Mahkamah Konstitusi Bisa Jadi Penyelamat Indonesia
Sebab, sebelumnya BI melakukan burden sharing. ”BI ikut membeli SBN di pasar primer. Ini berarti, BI tidak lagi menjaga stabilitas di pasar moneter. Tapi, menyuntik likuiditas,” katanya. Ia pun khawatir praktik itu akan terus berlanjut, yang membuat investor asing waswas.
Thomas sudah memberikan klarifikasi, dirinya tidak ditugaskan Prabowo. Ia juga tak ingin terpilihnya sebagai deputi gubernur BI dikait-kaitkan dengan pamannya itu. Ia pun berjanji tetap menjaga independensi.
Namun, isu ”faktor Prabowo” sulit dihilangkan dari persepsi publik. Apalagi, proses terpilihnya Thomas serbalancar.
BACA JUGA:Mahkamah Konstitusi Benteng Oligarki
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: