Momen Prabowo dapat Aplause saat Pamerkan Program MBG di WEF Davos 2026

Jumat 23-01-2026,10:55 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

Presiden Prabowo Subianto memamerkan capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting Davos 2026, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026. Paparan tersebut langsung menuai aplaus peserta forum saat disampaikan pada menit-menit awal pidatonya.

—---

Tepuk tangan itu pecah ketika waktu pidato baru bergerak sekitar sembilan menit. Tepat ketika Presiden Prabowo Subianto membicarakan salah satu program terbesar andalannya: Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejak memulai pidato, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia berhasil mengalihkan anggaran. Yakni dari program-program yang tidak efisien untuk mendanai kebijakan sosial berskala besar yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Dalam dua bulan pertama pemerintahan saya, kami menjalankan program efisiensi yang agresif,” jelasnya.

Pemerintah, kata Prabowo, berhasil menghemat USD 18 miliar dengan menghentikan program-program yang tidak efisien dan meragukan. Lalu mengalihkan dana itu ke proyek-proyek yang langsung meningkatkan kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA:Indonesia Kembali ke Panggung WEF Davos setelah Lebih dari 1 Dekade, Prabowo Paparkan Prabowonomics

BACA JUGA:Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadhan, Begini Mekanismenya

Dari kebijakan efisiensi tersebut, pemerintah pun meluncurkan program MBG. Dengan sasaran utama para ibu hamil, ibu menyusui, bayi, serta seluruh anak dan pelajar Indonesia. Program itu dijalankan secara nasional sejak 6 Januari 2025 dengan 190 dapur yang melayani 570 ribu orang per hari.

Setahun berjalan, skala program tersebut berkembang pesat. Kini puluhan juta porsi makanan diproduksi setiap hari untuk masyarakat Indonesia. Mulai dari anak-anak hingga lansia yang hidup sendiri.

Hari ini, dalam waktu satu tahun, Indonesia sudah memiliki 21.102 dapur di seluruh negeri. Berhasil memproduksi 59,8 juta porsi makanan setiap hari. Prabowo bahkan membandingkan skala program MBG dengan jaringan restoran cepat saji global.

“Dalam waktu sekitar satu bulan lagi, kami akan melampaui McDonald’s yang memproduksi sekitar 68 juta makanan per hari. Tahun ini, target kami adalah 82,9 juta porsi makanan per hari,” katanya lantas disambut riuh tepuk tangan para hadirin.

BACA JUGA:BGN Bantah Anggaran Pendidikan Dipangkas untuk MBG

BACA JUGA:Keluhan Menu MBG Basi Mulai Muncul di Kota Pasuruan

Menurut Prabowo, program MBG tidak hanya berdampak pada perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat. Tetapi, juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Sudah lebih dari 61 ribu usaha mikro, kecil, menengah, dan korporasi terlibat dalam rantai pasok program ini. 

“Kami menciptakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja langsung, dan pada puncaknya bisa mencapai 1,5 juta pekerjaan,” ujarnya. Prabowo pun menegaskan bahwa kebijakan sosial tersebut bukan program populis. Melainkan strategi ekonomi untuk meningkatkan produktivitas nasional.

Paparan mengenai MBG menjadi salah satu bagian pidato Prabowo yang paling mendapat respons positif dari peserta WEF Davos.

Di forum yang dihadiri pemimpin negara, CEO global, dan investor internasional itu, Prabowo menempatkan program MBG sebagai bukti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dirancang berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kategori :