Reset Indonesia tidak menawarkan cetak biru masyarakat ideal Indonesia pada 2045. Namun, setidaknya ada satu lagi yang mengingatkan bahwa arah perjalanan bangsa perlu ditata ulang, bukan menekan tombol delete, melainkan menata ulang pembangunan Indonesia sebagai rumah bersama yang utuh dan aman untuk semua.
Pada Pemilu 2019 Prabowo Subianto menulis buku Paradoks Indonesia, kurang lebih isinya mirip dengan Reset Indonesia. Sekarang saatnya menagih Prabowo supaya tidak sekadar omon-omon. (*)