Diskusi Buku Reset Indonesia Kupas Isu Ketimpangan Sosial sampai Kerusakan Alam
Dari kiri, Faiza Zahra, Farid Gaban, Yusuf Priambodo, dan Dandhy Laksono, dalam acara Lapak Baca dan Bedah Buku Reset Indonesia di Surabaya, Sabtu, 27 Desember 2025.-Tirtha Nirwana Sidik-Harian Disway
Kondisi Indonesia sudah mengalami kerusakan sistematis. Dan untuk memperbaikinya tidak bisa dengan solusi tambal sulam. Perlu reset total. Itu yang disampaikan jurnalis investigasi Dandhy Laksono dalam diskusi buku Reset Indonesia di Surabaya, Sabtu malam, 27 Desember 2025.
---
HUJAN deras yang mengguyur Kota Pahlawan tak menyurutkan antusiasme arek-arek Suroboyo untuk mengikuti diskusi buku Reset Indonesia yang digelar di Pos Bloc Surabaya. Ada lebih dari 700 peserta yang hadir. Rerata adalah anak-anak muda. Generasi Z.
Tiga penulis buku Reset Indonesia hadir dalam diskusi itu. Yakni, Dandhy Laksono, Farid Gaban, dan Yusuf Priambodo. Sebelumnya, acara serupa sudah digelar di berbagai daerah di Indonesia. Dan Surabaya menjadi kota ke-50 yang menyelenggarakannya.

Yusuf Priambodo menyampaikan pandangannya tentang pentingnya membukukan pengalaman berkeliling Indonesia dan melihat langsung berbagai persoalan, dalam acara Lapak Baca dan Bedah Buku Reset Indonesia.-Tirtha Nirwana Sidik-Harian Disway
Pada pembukaan diskusi, Yusuf Priambodo menjelaskan bahwa judul buku awalnya adalah Restart Indonesia. Namun, dalam proses penulisan, judul itu kemudian berubah menjadi Reset Indonesia.
Perubahan judul itu didasarkan pada kisah perjalanan para penulis di berbagai daerah, yang terdokumentasi dalam tiga film dokumenter. Yakni, Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa (2009-2010), Ekspedisi Indonesia Biru (2015-2016), dan Ekspedisi Indonesia Baru (2022-2023).
BACA JUGA:Antre #Reset Indonesia Edisi Hemat di Pos Bloc Surabaya, Nyalakan Harapan untuk Indonesia
BACA JUGA:Diskusi Buku Reset Indonesia Dibubarkan di Madiun, Mahfud MD: Aparat Melanggar Hukum
”Melalui kisah perjalanan tersebut, kami menyadari bahwa Indonesia ini tidak butuh di-restart, melainkan perlu di-reset total,” ujar Yusuf mengawali diskusinya.
Memang, buku Reset Indonesia merupakan hasil dari perjalanan panjang para penulis menjalajahi Nusantara selama 15 tahun. Buku itu membahas berbagai isu penting di Tanah Air. Antara lain, korupsi, ketimpangan sosial, degradasi lingkungan, juga politik dan demokrasi.
Konflik agraria, isu lingkungan, dan tantangan sosial masyarakat terekam dalam buku tersebut. Para penulis menyusunnya dengan menggabungkan data, teori, dan hasil pengamatan lapangan.
Juga, menggunakan perspektif dari empat generasi: mulai baby boomers hingga Generasi Z. Yusuf Priyambodo mewakili penulis dari kalangan Generasi Z itu. ”Fakta yang kami temukan di lapangan, ketimpangan sosial sudah terbentuk dalam jangka waktu lama. Itu terjadi karena fungsi legislatif dan eksekutif tidak berjalan selaras,” ujar Yusuf.
BACA JUGA:Bedah Buku Pater Fritz Meko: Kembara Pikiran, Catatan Harian Seorang Imam Katolik

DANDHY LAKSONO membagikan rangkaian kisah di balik penulisan buku Reset Indonesia yang semula hendak diberi judul Restart Indonesia.-Tirtha Nirwana Sidik-Harian Disway
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: