Kerja Sama Vokasi Indonesia-Jerman antara Kadin Institute, HWK Dortmund, dan IHK Trier
Kadin Institute menjalin kerja sama dengan Pemagangan di Jerman dengan HWK Dortmund dan IHK Trier, Kamis, 26 Februari 2026.-Kadin Jawa Timur-
HARIAN DISWAY - Surabaya menjadi saksi sejarah baru bagi pendidikan vokasi Indonesia. Kadin Institute resmi mengikat kerja sama strategis dengan dua raksasa kamar dagang Jerman, Handwerkskammer (HWK) Dortmund dan Industrie- und Handelskammer (IHK) Trier.
Kerja sama itu dibuktikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Kamis, 26 Februari 2026. Itu adalah gerbang harapan bagi ribuan pemuda Indonesia untuk mengadu nasib di negeri Eropa tersebut melalui sistem pelatihan ganda atau Ausbildung.
Managing Director Vocational Education and Training Center HWK Dortmund Tobias Schmidt menyebut momen itu sebagai tonggak sejarah pengembangan talenta lintas negara.
BACA JUGA:Kadin Jatim Genjot TKDV di 38 Daerah untuk Jawab Mismatch Pendidikan dan Industri
BACA JUGA:Kadin Jatim Siap Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Jatim 8 Persen
Baginya, kerja sama itu adalah komitmen nyata membangun jalur inovatif bagi talenta muda. "Ini adalah momen yang patut kita rayakan," ujar Tobias.
Namun, ia segera mengingatkan bahwa euforia awal tidak boleh mengaburkan realitas lapangan. Sukses kemitraan tersebut sangat bergantung pada kolaborasi aktif dan tindak lanjut berkelanjutan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyambut positif kerja sama dengan Jerman untuk magang, Kamis, 26 Februari 2026.-Kadin Jawa Timur-
Menurutnya, Jerman sedang 'lapar' akan tenaga kerja profesional. Sektor skilled crafts seperti plumbing, konstruksi, hingga elektrisi mengalami kekurangan serius yang mendesak.
Tantangan terbesar bukanlah pada kemauan, melainkan kemampuan bahasa. Tobias menegaskan, penguasaan bahasa Jerman minimal level B1. Bahkan idealnya B2, adalah harga mati.
"Motivasi dan kemauan untuk berintegrasi juga sangat menentukan," tambahnya.
Senada dengan Tobias, Ulrich Schneider dari IHK Trier menyoroti kekurangan tenaga kerja di sektor pariwisata dan hospitalitas.
BACA JUGA:Jawab Ketimpangan Tenaga Kerja, Kadin Jatim Gandeng IFBEX 2025 Cetak Pengusaha Baru
BACA JUGA:Kadin Jatim Fasilitasi Pelaku Usaha Jadi Mitra Dapur MBG, Target 150 Titik di Seluruh Wilayah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: