Kerja Sama Vokasi Indonesia-Jerman antara Kadin Institute, HWK Dortmund, dan IHK Trier

 Kerja Sama Vokasi Indonesia-Jerman antara Kadin Institute, HWK Dortmund, dan IHK Trier

Kadin Institute menjalin kerja sama dengan Pemagangan di Jerman dengan HWK Dortmund dan IHK Trier, Kamis, 26 Februari 2026.-Kadin Jawa Timur-

Sebagai kota tertua di Jerman, Trier membutuhkan tenaga profesional untuk hotel dan restoran yang sulit dicari secara lokal.

Ulrich menekankan kualitas di atas kuantitas dalam kerja sama ini. "Kami ingin membangun proyek yang berstandar jelas," katanya.

Jalurnya adalah sistem dual vocational training. Peserta harus punya kontrak pendidikan sebelum mengajukan visa. Di situlah peran Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) menjadi krusial.

Pengurus Proyek GIZ Niklas Cramer menjamin perlindungan hukum bagi peserta Indonesia. Mereka akan mendapat kontrak setara pekerja Jerman dengan hak dan kewajiban yang sama di bawah pengawasan ketat pejabat pemerintah.

Lebih dari sekadar keamanan hukum, ada jaminan masa depan yang menjanjikan. Niklas menjelaskan, setelah pelatihan berakhir, peserta memiliki waktu 12 bulan untuk mencari pekerjaan baru di Jerman sebelum visa habis.

BACA JUGA:Kerja Sama Kadin Indonesia-Prancis, Dorong Pembangunan 1000 Dapur MBG Baru

BACA JUGA:Perputaran Uang Lebaran 2025 Turun 12,28 Persen, Kadin Jatim: Sinyal Daya Beli Masyarakat Melemah

Selama pelatihan 2 hingga 3,5 tahun, peserta menerima tunjangan sekitar EUR1.000, atau sekitar Rp19 juta, per bulan di tahun pertama, yang meningkat setiap tahunnya.

"Ini bukan gaji penuh, tetapi tunjangan pelatihan," jelas Niklas mengenai skema dua hari di sekolah dan tiga hari di perusahaan itu.


Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menandatangani dokumen kerja sama dengan Jerman, Kamis, 26 Februari 2026.-Kadin Jawa Timur-

Makhdonal Anwar dari GIZ melihat itu sebagai perbaikan tata kelola migrasi ketenagakerjaan yang aman dan berkelanjutan. Dukungan lokal pun mengalir deras.

Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyatakan bahwa 80 persen program Kadin Jatim sudah berfokus pada vokasi sistem ganda.

Sigit Priyanto dari Disnaker Jatim menambahkan bahwa kompetensi internasional adalah jawaban atas persaingan global yang semakin ketat.

Menutup rangkaian acara, Direktur Kadin Institute Nurul Indah Susanti, menegaskan bahwa itu adalah sinyal positif bagi pengangguran nasional. "Link and match harus nyata," pungkas Nurul.

Dengan 17 program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri Jerman, Kadin Institute berkomitmen memastikan bahwa mimpi pemuda Indonesia bekerja di Jerman bisa terwujud dengan rencana strategis yang terukur dan siap menjawab tantangan zaman. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: