UPDATE: Perang AS–Israel vs Iran Makin Pecah, Selat Hormuz Diblokade, Harga Minyak Melonjak!

UPDATE: Perang AS–Israel vs Iran Makin Pecah, Selat Hormuz Diblokade, Harga Minyak Melonjak!

Kepulan asap membumbung tinggi di langit Teheran sesaat setelah ledakan besar. Serangan AS-Israel ke ibu kota terus berlanjut-Atta Kenare/AFP-

HARIAN DISWAY - Perang terbuka poros Amerika Serikat–Israel melawan Iran memasuki fase gelombang kedua pada Senin, 2 Maret 2026. 

Serangan udara strategis, balasan hipersonik Iran, blokade de facto Selat Hormuz, hingga keterlibatan Tiongkok membuat konflik ini meluas dari medan tempur regional menjadi krisis geopolitik dan energi global.

Serangan dimulai pukul 02.15 waktu Teheran dengan melibatkan jet tempur F-35A Adir dari pangkalan Nevatim serta pengebom siluman B-2 Spirit yang terbang dari Whiteman, Missouri.

Target utama disebut meliputi infrastruktur Garda Revolusi Iran (IRGC), fasilitas perakitan drone di Isfahan, peluncur rudal di Semnan, hingga kompleks industri pertahanan Parchin dan pusat riset kedirgantaraan Shahroud.

BACA JUGA:Konflik Iran-AS Memanas, DPR Desak Pemerintah Siapkan Repatriasi Ratusan Ribu PMI

BACA JUGA:Sembilan Warga Israel Tewas dan 11 Lainnya Hilang Pasca Serangan Rudal Iran

Penggunaan bom penghancur bunker seperti GBU-72 dan GBU-57 Massive Ordnance Penetrator diarahkan untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah, termasuk pengujian motor roket bahan bakar padat.

“Namun secara taktis, sejumlah peluncur rudal Iran yang bersifat mobile disebut telah dipindahkan sebelum serangan terjadi. Efektivitas serangan udara diperkirakan hanya sekitar 60 persen dari target primer,” ungkap mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AU Agung Sharky dalam keterangan resminya, Selasa, 3 Maret 2026.

Iran merespons lewat “Operasi Janji Sejati III” dengan pola berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Iran Blokade Selat Hormuz, Tiga Kapal Tanker Dihantam Proyektil 'Tidak Dikenal'

BACA JUGA:Sembilan Warga Israel dan Tiga Tentara AS Tewas Akibat Serangan Balasan Iran

Lebih dari 120 drone Shahed-136 diluncurkan sebagai umpan untuk mengaktifkan sistem pertahanan udara Israel seperti Iron Dome dan David’s Sling. 

Setelah sistem pertahanan sibuk, 12 rudal hipersonik Fattah-2 dengan kecepatan 13–15 Mach diluncurkan dalam lintasan rendah bermanuver.

“Laporan lapangan menyebut empat rudal Fattah-2 menghantam Pangkalan Udara Tel Nof, menghancurkan hanggar pemeliharaan F-15 dan fasilitas suku cadang mesin F110,” lanjut Sharky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: