UPDATE: Perang AS–Israel vs Iran Makin Pecah, Selat Hormuz Diblokade, Harga Minyak Melonjak!

UPDATE: Perang AS–Israel vs Iran Makin Pecah, Selat Hormuz Diblokade, Harga Minyak Melonjak!

Kepulan asap membumbung tinggi di langit Teheran sesaat setelah ledakan besar. Serangan AS-Israel ke ibu kota terus berlanjut-Atta Kenare/AFP-

Di sisi lain, citra satelit komersial menunjukkan kerusakan struktur pendukung hanggar F-35 di pangkalan Nevatim.

BACA JUGA:Konflik Iran-Israel Memanas, Kemenhub Minta Maskapai Waspada dan Siap Antisipasi

BACA JUGA:Perjalanan Politik Ali Khamenei, Dari Revolusi Islam Iran 1979 ke Akhir Masa Kekuasaan

Selat Hormuz, Blokade De Facto

Iran mengeluarkan Notice to Mariners (NOTMAR) dan Notice to Airmen (NOTAM) serta menggelar latihan militer di mulut Selat Hormuz.

Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGCN) dilaporkan menyebarkan ranjau laut pintar jenis Sadaf-02 di jalur sempit Traffic Separation Scheme dekat Pulau Larak.

Ranjau akustik-magnetik ini mampu membedakan kapal perang dan tanker sipil. Dampaknya, arus kapal tanker yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dunia disebut praktis terhenti.

Harga minyak Brent melonjak hingga 145 dolar AS per barel dalam sesi perdagangan Asia.

BACA JUGA:Saudia Airlines Batalkan Sejumlah Penerbangan Imbas Perang Iran-Israel-Amerika

BACA JUGA:Nasib Pelaksanaan Haji 2026 setelah Serangan ke Iran, Himpuh Beber Risiko Terburuknya

“Bagi Indonesia, kondisi ini dinilai berisiko mengganggu ketahanan energi nasional karena jalur pasokan minyak mentah dari kawasan Teluk berpotensi terhambat,” jelas Sharky.

Di sisi barat selat, dekat Pelabuhan Fujairah, terjadi insiden antara kapal cepat IRGCN dan kapal perusak kelas Arleigh Burke milik US Navy yang mengawal tanker berbendera Inggris.

Iran juga menempatkan baterai rudal pantai Abu Mahdi di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm dengan jangkauan hingga 1.000 km.

AS merespons dengan mengerahkan Carrier Strike Group ke posisi sekitar 150 mil laut dari selat, namun tetap berada di luar radius tembak rudal pantai Iran.

Menurutnya, skenario terburuk disebut melibatkan taktik swarming kapal cepat, torpedo kapal selam mini, salvo drone Shahed, hingga rudal hipersonik Fattah-2 untuk menjebol pertahanan Aegis dan Phalanx.

Keterlibatan Tiongkok dan Tekanan Ekonomi

Sharky menambahkan, laporan intelijen mencatat kedatangan pesawat angkut berat Xian Y-20 milik Angkatan Udara Tiongkok (PLAAF) di Teheran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: