Konflik hukum penyanyi Denada, 48, versus Ressa Rizky, 24, yang mengaku anak Denada, unik. Sederhana, tapi berliku. Sumber utamanya soal duit. Duit pembayaran mobil yang kini dipakai Ressa. Tapi, itu menyangkut keluarga besar penyanyi legendaris Emilia Contessa, ibunda Denada. Kisahnya berliku-liku.
PANTAS SAJA, Denada mengunggah fotonyi bersama ibunda Emilia beberapa saat setelah dia digugat Ressa ke Pengadilan Negeri Banyuwangi, Desember tahun lalu. Ternyata konflik hukum itu terkait beberapa orang keluarga almarhumah Emilia Contessa.
Sebenarnya itu problem keluarga besar Emilia. Terkait dua anak Emilia, seorang adik dan seorang cucu. Seandainya itu dibahas di rapat keluarga, tapi tanpa emosional, mungkin tidak sampai gugatan ke pengadilan.
Kisahnya diungkap kuasa hukum Ressa, Ronald Armada. Ronald masih saudara dengan Ressa. Ronald menikah dengan anak perempuan dari pasutri Dino Rossano Hansa dan Ratih. Dino adalah adik kandung Emilia.
BACA JUGA:Denada Digugat Pemuda yang Mengaku Anak: Amati Beda Usia Mereka
BACA JUGA:Antiklimaks Konflik Hukum Denada dan Anak: Bukti, Ada Transferan
Dino dan Ratih adalah orang yang merawat Ressa sejak bayi hingga kini. Mereka selama ini mengakui sebagai ortu Ressa. Jadi, Ressa dan Ronald adalah saudara ipar.
Namun, persoalan menjadi lain ketika Ressa akhirnya tahu bahwa ia adalah anak kandung Denada. Ressa lahir (ayahnya tak diketahui), kemudian oleh Emilia dititipkan ke Dino di Banyuwangi, Jatim. Sejak itu Ressa diakui anak oleh Dino dan Ratih.
Setelah Ressa tahu bahwa ia anak Denada, ia lalu konfirmasi ke Denada. Dan, Denada membantah Ressa anaknyi.
Ronald Armada kepada wartawan, menceritakan, ”ibu Denada waktu itu menjawab bahwa klaim Ressa itu keliru. Ibu Denada mengaku cuma punya satu anak bernama Aisyah. Ressa adalah anaknya Pak Dino dan Bu Ratih. Jadi, posisi Ressa adalah adik sepupu ibu Denada.”
BACA JUGA:Denada Ajak Ibunda Naik ke Panggung Zumba
BACA JUGA:Denada Puas Lihat Antusiasme Zumba Lovers Surabaya
Menanggapi jawaban Denada itu, menurut Ronald, Ressa tetap tenang. Tidak ada masalah. Tidak menggugat. Walau mungkin kecewa.
Ketika Emilia masih hidup (Emilia meninggal, Senin, 27 Januari 2025, di Banyuwangi karena serangan jantung mendadak, disebut acute lung oedema), Ressa bekerja sebagai sopir pribadi Emilia. ”Sebulan Ressa digaji Rp2,5 juta,” ujar Ronald.
Mobil yang sehari-hari disopiri Ressa untuk mobilisasi Emilia itulah yang kemudian dibeli Ressa. Pembelian itu atas tawaran Emilia kepada Ressa. Dan, Ressa menyatakan mau membeli.