JAKARTA, HARIAN DISWAY – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperluas dampak program Desa BRILiaN hingga menjangkau 5.245 desa di seluruh Indonesia pada awal 2026.
Langkah itu memperkuat komitmen BRI dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dari tingkat desa.
Program Desa BRILiaN, yang diluncurkan sejak 2020, fokus pada optimalisasi potensi desa berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Inisiatif ini dijalankan melalui empat pilar utama: penguatan BUMDesa dan koperasi desa, digitalisasi, keberlanjutan, serta inovasi lokal.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa Desa BRILiaN menjadi instrumen strategis untuk menciptakan role model desa mandiri.
BACA JUGA:BRI Raih Penghargaan Bergengsi di Hari Desa Nasional 2026 untuk Pemberdayaan Ekonomi Desa
BACA JUGA:BRImo BRI Mudahkan IRT Empat Lawang Beli Token Listrik dari Rumah
Program ini juga selaras dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa sebagai fondasi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Wisata BRILiaN sebagai salah satu wujud dari Program Desa BRILiaN oleh BRI-Bank BRI-Bank BRI
“Kami ingin desa tidak hanya jadi penerima manfaat,” ujar Akhmad. “Tapi juga pelaku utama dalam pembangunan ekonomi nasional,” lanjutnya.
Selain Desa BRILiaN, BRI juga mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha. Platform digital LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan akses layanan keuangan.
Dukungan BRI juga hadir lewat 54 Rumah BUMN dan 18.218 pelatihan yang mencakup literasi keuangan, peningkatan kapasitas usaha, serta pemanfaatan teknologi digital.
BACA JUGA:BRI Perkuat UMKM Lewat Transformasi Digital, LinkUMKM Jangkau Hampir 15 Juta Pelaku Usaha
Dengan pendekatan terintegrasi ini, BRI menegaskan perannya sebagai jembatan antara ekonomi desa dan ekosistem modern yang berkelanjutan. (*)