HARIAN DISWAY – Presiden ke-7 RI Joko Widodo merespons penyebutan namanya dalam kasus dugaan korupsi kuota haji yang kini menyeret mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Nama Jokowi disebut dalam sebuah podcast yang tayang di YouTube Ruang Publik pada 15 Januari 2026. Dalam podcast tersebut, Yaqut menyebut kuota haji tambahan sebanyak 20 ribu jamaah pada 2024 diterima langsung oleh Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.
Dalam perkara itu, Yaqut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengakui bahwa permintaan kuota haji tambahan merupakan kebijakan yang diambil saat dirinya masih menjabat sebagai presiden.
Namun, pengelolaan kuota tersebut sepenuhnya diserahkan kepada Kementerian Agama.
BACA JUGA:KPK Periksa Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Korupsi Kuota Haji Hari Ini
BACA JUGA:Gus Yaqut Jalani Pemeriksaan KPK sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
“Di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya. Karena apapun program kerja-kerja menteri pasti dari kebijakan presiden, pasti dari arahan presiden dan juga dari perintah-perintah presiden,” ujarnya.
Meski demikian, Jokowi menegaskan tidak pernah memberi arahan atau perintah yang mengarah pada tindakan korupsi.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi usai menghadiri acara di Solo. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung kondisi ekonomi nasional dan situasi global yang penuh ketidakpastian.
“Saya kira kita patut bersyukur ekonomi masih tumbuh di atas lima, inflasi juga sangat terjaga. Yang paling penting itu karena negara-negara lain banyak yang kesulitan mengatasi dua hal tadi, pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” kata Jokowi.
BACA JUGA:KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
BACA JUGA:KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Sementara itu, Yaqut kembali menjalani pemeriksaan di KPK pada Jumat, 30 Januari 2026. Berdasarkan pantauan, ia diperiksa selama hampir lima jam.
Usai pemeriksaan, Yaqut memilih irit bicara kepada awak media.