Prabowo Tegaskan Indonesia Non-Blok: Dunia Panas, RI Pilih Berdiri di Kaki Sendiri

Selasa 03-02-2026,20:39 WIB
Reporter : Aqila Firda Zahro*
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan sikap Indonesia yang tidak akan terlibat dalam pakta militer manapun, meski dunia saat ini berada dalam situasi geopolitik yang kian memanas. 

Di tengah kekhawatiran global akan pecahnya perang dunia ketiga, Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan non-blok.

Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. 

Ia menyatakan bahwa sikap non-blok merupakan warisan politik luar negeri Indonesia yang harus terus dijaga dan dijalankan secara konsisten. Menurut Prabowo, kecemasan akan eskalasi konflik global tidak dapat diabaikan. 

BACA JUGA:Guru Besar HI Unair Prof I Gede Wahyu Wicaksana: Indonesia Rugi Kalau Non Blok

BACA JUGA:Prabowo Gerah Banyak Baliho Smerawut di Kota-Kota Besar: Gerakan Indonesia ASRI Digeber dari Rakornas 2026

Ia mengungkapkan bahwa hampir seluruh kepala negara yang hadir dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, menaruh kekhawatiran serius terhadap ancaman perang besar. Termasuk potensi penggunaan senjata nuklir.

Jika konflik tersebut benar-benar terjadi, dampaknya akan dirasakan secara global. Tidak hanya negara-negara yang terlibat langsung, Indonesia pun berpotensi terkena imbas.

Salah satunya dari paparan radioaktif yang dapat mempengaruhi iklim dunia. Hal tersebut juga dapat merusak ekosistem, termasuk laut Indonesia yang sangat luas.

Prabowo menegaskan bahwa bersikap non-blok bukan berarti Indonesia bergantung pada pihak lain. Justru sebaliknya, Indonesia harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. 

BACA JUGA:Rafah, Gerbang Gaza ke Dunia Luar, Akhirnya Dibuka: Warga Akhirnya Bisa Berobat

BACA JUGA:Prabowo Tantang Pebisnis Rakus di WEF Davos 2026: Coba Suap Pemerintah, Anda Akan Terkejut

Ia mengutip filosofi diplomasi yang ia pegang yaitu memiliki seribu kawan tidak pernah cukup, tetapi memiliki satu musuh saja sudah terlalu banyak.

“Tapi kita harus mengerti, kalau kita sungguh-sungguh mau non-blok, berarti kita sendiri,” imbuh Prabowo.

Dalam konteks itu, Prabowo menekankan pentingnya ketangguhan nasional. Indonesia harus realistis membaca dinamika dunia yang didominasi kepentingan negara-negara besar, tanpa kehilangan prinsip dan kedaulatan.

Kategori :