Indonesia Waspada Nipah, BBKK Surabaya Perketat Kedatangan Bandara Juanda

Selasa 03-02-2026,18:40 WIB
Reporter : Agustinus Fransisco
Editor : Noor Arief Prasetyo

BACA JUGA:Thailand Mulai Pencegahan Virus Nipah, Bagaimana Persiapan Indonesia?

"Yang kita waspadai adalah jemaah umrah karena di Arab Saudi terdapat risiko tinggi, mengingat banyak jemaah dari India, Bangladesh, dan negara lainnya," ungkap Rosidi.

Saat jemaah tiba di tanah air, suhu tubuh mereka akan diperiksa dengan ketat. Pemantauan tersebut dilakukan selama 24 jam. Penumpang dari perjalanan internasional lainnya juga turut diperiksa agar tidak luput dari pengawasan.

Data hasil pemeriksaan akan terintegrasi melalui aplikasi All Indonesia dan dipantau oleh Badan Pengurus Luas Negeri. "Apabila suhu tubuh terdeteksi di atas 38 derajat Celsius, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk wawancara, " tambah Rosidi.

Jika muncul gejala yang mencurigakan, pasien akan dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Gejala awal dari infeksi virus Nipah umumnya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan batuk. Dalam beberapa keadaan, infeksi itu dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga menyebabkan peradangan otak atau ensefalitis.


Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan hingga saat ini, virus nipah belum masuk ke Indonesia-disway.id/Anisha Aprilia -

"Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit berat dan kematian, sehingga deteksi dini dan pencegahan menjadi sangat penting," sambung WHO.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan meskipun hingga saat ini belum ada kasus Nipah yang terkonfirmasi.

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar menghindari konsumsi buah atau nira langsung dari pohon yang mungkin terkontaminasi oleh kelelawar.

BACA JUGA:Lebih Kenal tentang Virus Nipah: Asal, Cara Penularan, Gejala, dan Cara Mencegah

BACA JUGA:Menyusul Virus Nipah yang Melanda India, Pemerintah RI Keluarkan Surat Kewaspadaan

"Buang buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar, cuci dan kupas buah sebelum dikonsumsi, serta rebus nira atau jus untuk mengurangi risiko penularan virus Nipah," imbau Kemenkes.

Lebih jauh, Kemenkes menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada vaksin atau obat khusus untuk virus Nipah. Maka, langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan penyakit, menjadi sangat penting.

Kasus Nipah yang dilaporkan di India saat ini masih dalam pengawasan ketat oleh otoritas kesehatan setempat, dan semua kontak yang diperiksa dilaporkan belum menunjukkan gejala lanjutan.

Dengan pemahaman yang baik mengenai gejala dan metode pencegahan, masyarakat diharapkan dapat bersikap lebih waspada dan berkontribusi dalam melindungi diri serta lingkungan dari risiko penularan virus Nipah.

Kategori :