Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT, DPR RI Panggil Mendikdasmen dan Minta Polisi Transparan

Kamis 05-02-2026,09:45 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

HARIAN DISWAY - Komisi X DPR RI berencana memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyusul kasus seorang siswa sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidupnya. 

Pemanggilan itu dijadwalkan berlangsung pekan depan, sebelum DPR memasuki masa reses pada 18 Februari 2026.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian mengatakan rapat akan difokuskan untuk mendalami duduk perkara di balik peristiwa tragis tersebut.

BACA JUGA:White Tiger, Kasus Predator Online yang Bikin Geger Lintas Negara (1): Manipulasi Sadis, Dorong Remaja Bunuh Diri

BACA JUGA:Inilah Isi Surat Mahasiswi Unima yang Bunuh Diri Setelah Dilecehkan Dosen

“Sebelum masa reses, reses itu kan tanggal 18 ya, sebelum itu kita jadwalkan, minggu depan insya Allah,” ujarnya di kompleks parlemen, Rabu, 4 Februari 2026.

Lalu menegaskan, Komisi X ingin memastikan penyebab sebenarnya dari insiden tersebut, termasuk isu yang beredar terkait alasan ekonomi yang disebut-sebut memicu korban mengakhiri hidupnya.

“Apakah benar karena tidak memiliki pensil atau pulpen dan sebagainya, sehingga mengakhiri hidupnya,” kata dia.

Politikus PKB itu menilai peristiwa tersebut menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. 

BACA JUGA:Soal Kematian Bunuh Diri Timothy Anugerah, Unud Tegaskan Tak Terkait Bullying

BACA JUGA:Begini Sosok Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Unud Bunuh Diri Diduga Korban Bullying

Ia mengingatkan bahwa keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional harus sejalan dengan komitmen pemerintah daerah. Jangan sampai persoalan ini akan timbul lagi di daerah-daerah lain. 

“Kita gak tahu apakah di daerah lain pernah terjadi, mungkin karena tidak viral sehingga kita tidak mengetahui itu,” ujarnya.

Selain memanggil Mendikdasmen, Komisi X DPR juga berencana melakukan kunjungan kerja ke NTT untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta menggali informasi langsung terkait peristiwa tersebut.

“Insyaallah dalam beberapa waktu ke depan, selain kami akan berkunjung dan berdiskusi di sana untuk mengatasi persoalan ini, kami juga akan mengundang para stakeholder,” kata Lalu.

Kategori :