Hari terakhir di Kota Vladimir, bertepatan dengan penutupan kegiatan SYF 2025. Waktu yang tersisa dimanfaatkan untuk berkeliling. Termasuk menikmati syahdu Kota Moskow. Juga masyarakatnya yang pelit senyum tapi ramah.
Seusai acara SYF 2025, pada siang hari, 5 Desember 2025, kami menempuh perjalanan ke Hotel Moskow Krasnoselskaya. Di kota itu, kami mencoba transportasi publik khas dari Rusia: GUP Moskovsky Metropoliten atau Metro Moskwa.
Anda sudah tahu, itu merupakan sebuah jejaring kereta bawah tanah. Telah eksis sejak 1935. Butuh semacam kartu pembayaran untuk naik transportasi itu. Puspita Atirennu, dosen Sastra Rusia UI yang membelikan saya kartu tersebut.
Saldo dalam kartu terpotong 80 Rubel atau setara dengan Rp17.000 untuk sekali berangkat. Vladimir, akademisi dari Rusia, menjadi pemandu yang dapat diandalkan. Ia memberi aba-aba kapan kami harus berhenti dan turun.
BACA JUGA:Cerita dari Rusia (2): Katedral dan Patung Lenin di Vladimir
BACA JUGA:Cerita Dari Rusia (1): Suzdal, Cermin Peradaban Lampau
Jalan-jalan singkat di Moskow dimulai di All-Russian Exhibition Center. Di situ terletak monumen besar Vladimir Lenin.
Basilika St. Petrus di Lapangan Merah, Moskow, Rusia.-@bestshishkova-Instagram
Pintu gerbangnya megah. Exhibition Center itu berisikan bangunan yang didirikan untuk menghormati negara-negara bagian Uni Soviet.
Mulai dari Kazakhstan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Azerbaijan, Armenia, Ukraina, Belarus, Estonia, Latvia, dan Lituania.
Selain itu, di sana terletak Museum Kosmos. Dibangun untuk mengenang perjuangan Uni Soviet saat mencapai ruang angkasa.
BACA JUGA:Lebih Dekat dengan Keunikan Budaya Meksiko: Frida Kahlo, Tequila, dan Pasar Loak
BACA JUGA:5 Negara Asia Tenggara yang Aman Dikunjungi Saat Libur Nataru 2026
Kami sempat mampir ke restoran piza untuk mengisi perut. Lalu transit untuk minum kopi. Setelah itu, kami beranjak ke Lapangan Merah atau Kremlin. Itulah pusat kota Moskow sekaligus pusat pemerintahan Rusia.
Kami hanya berkunjung di luar areal Lapangan Merah. Lantas melihat keindahan bangunan yang ada di luar tembok.
Seperti Menara Penebus, Basilika St. Petrus, dan Mausoleum Lenin. Menara Penebus adalah salah satu menara pintu masuk ke areal terbatas di Lapangan Merah.