Menag Kunjungi Ponpes API Tegalrejo, Gus Yusuf Mengadu Soal Gaji Guru Madrasah yang Kecil

Jumat 06-02-2026,22:40 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

MAGELANG, HARIAN DISWAY – Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, pada Jumat sore, 6 Februari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Menag berdialog langsung dengan para pengasuh dan pimpinan pesantren guna menyerap aspirasi akar rumput, terutama terkait isu krusial kesejahteraan guru madrasah.

Menag menegaskan bahwa metode turun lapangan dan pertemuan tatap muka jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan laporan tertulis dari staf di Jakarta.

“Daripada kita mendapatkan laporan yang tidak langsung, kami bisa menyaksikan sendiri, mendengarkan sendiri, sekaligus memberikan pesan-pesan secara langsung. Perjumpaan itu lebih penting,” ujar Prof. Nasaruddin Umar.

Kunjungan ke Tegalrejo ini merupakan bagian dari rangkaian safari pesantren ke berbagai daerah di Indonesia. Hingga saat ini, Menag telah menyisir sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dan Jawa Timur. Sebelumnya, beberapa wilayah di Sulawesi dan Sumatera juga telah disambangi dalam agenda serupa.

BACA JUGA:Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Agama-Madrasah

BACA JUGA:Ketimpangan Gaji Sopir MBG dan Guru Honorer, DPR: Guru Kuliah 'Berdarah-Darah', Tapi Kok Diperlakukan Beda?

Dalam dialog tersebut, nasib guru madrasah yang mengabdi di lembaga swasta dan pesantren menjadi isu utama yang mencuat. Menag mengakui bahwa persoalan guru di lingkungan Kementerian Agama sangat kompleks karena skala jumlahnya yang masif, mencapai sekitar 700 ribu hingga hampir 800 ribu orang.

“Kalau diselesaikan sekaligus, anggarannya bisa menghabiskan separuh Kementerian Agama. Karena itu dilakukan bertahap,” jelas Menag.

Ia menambahkan bahwa pemerintah, DPR, dan Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan guru. Langkah nyata yang diambil meliputi penguatan kelembagaan pesantren serta peningkatan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diklaim terus meningkat signifikan setiap tahunnya.


Ilustrasi Guru Madrasah-AI Generated-

Di sisi lain, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf, memberikan catatan kritis agar pemerintah memberikan perhatian khusus bagi guru madrasah swasta. Ia memaparkan perbedaan kontras antara peta pendidikan di bawah Kemendikdasmen dengan Kemenag.

“Kalau di Kemendikdasmen sekitar 95 persen sekolah negeri. Di Kemenag justru 95 persen swasta. Jadi kondisinya berbeda,” kata Gus Yusuf.

Gus Yusuf menyoroti fakta memprihatinkan di mana masih banyak guru madrasah yang menerima honor jauh dari kata layak, berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per bulan. Kondisi ekonomi yang sulit ini memaksa para pendidik untuk mencari penghasilan tambahan di luar profesi mereka.

“Banyak yang harus jualan kecil-kecilan, buka warung, bahkan kerja sampingan malam hari. Bagaimana mau fokus mendidik kalau seperti itu? Padahal guru agama memegang pondasi moral dan akhlak anak-anak,” tuturnya.

Kategori :