JAKARTA, HARIAN DISWAY - Presiden Prabowo Subianto mengungkap adanya pola perlawanan yang kerap dilakukan para pelaku korupsi ketika pemerintah berupaya memberantas praktik korupsi di Indonesia.
Menurutnya, setiap langkah penegakan hukum kerap dibalas dengan serangan balik yang terorganisasi.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Sabtu, 7 Februari 2026.
"Setiap kali kita memberantas, setiap kali kita menegakkan hukuman, kita menegakkan keadilan, kita menegakkan hukum, setiap kali kelompok koruptor, kelompok perampok-perampok ini, kelompok garong-garong ini menyerang balik," ungkap Prabowo.
BACA JUGA:Gibran Respons Wacana Pencalonan Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029
Prabowo menilai, perlawanan tersebut tidak dilakukan secara terbuka. Melainkan melalui penciptaan suasana gaduh di ruang publik serta upaya mengadu domba masyarakat satu pihak dengan pihak lain.
Menurutnya, langkah itu sengaja digerakkan karena kelompok tersebut tidak menghendaki hadirnya pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti besarnya tantangan Indonesia dalam menjaga dan mengelola kekayaan nasional.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin, untuk berani mengakui berbagai kelemahan yang masih ada serta menghadapi persoalan yang hingga kini belum terselesaikan.
BACA JUGA:Sidang Korupsi Chromebook Ungkap Pengaturan Pengadaan dan Skema Co-Investment 30 Persen
BACA JUGA:Muslim dan Wajah Korupsi
"Kita harus menjaga kekayaan bangsa kita, kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia" tegas Prabowo.
Meski menghadapi berbagai tekanan, Prabowo menegaskan tetap berpegang pada komitmen yang diucapkannya saat dilantik sebagai presiden.
Ia menekankan sumpah jabatan di hadapan rakyat menjadi landasan untuk terus menegakkan hukum dan konstitusi.