BACA JUGA:Anak Bunuh Ayah di Ngawi, Tinjauan Kriminologi
BACA JUGA:Saat Anak Bunuh Ayah Tiri di Bulukumba, Sulsel: Generasi Anak Bumerang
Sejak itu polisi menyimpulkan, itu pembunuhan. Bukan tidak sengaja keracunan. Tim polisi menyelidiki. Sementara itu, Syauqi cuma sehari dirawat di RSUD Koja. setelahnya boleh pulang. Polisi memintai keterangan Syauqi sebagai orang terakhir bersama tiga korban tewas.
Sebulan, penyelidikan berlangsung. Sepuluh saksi diperiksa. Juga, pemeriksaan rekaman kamera CCTV tak jauh dari TKP. Akhirnya polisi menetapkan Syauqi pelakunya.
Syauqi tidak menyangkal. Ia menceritakan kronologinya ke polisi. Alasan pembunuhan, pelaku dendam kepada ibunda.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar dalam jumpa pers menceritakan kronologi pembunuhan itu. ”Dimulai Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 08.30 WIB tersangka naik motor membeli sebungkus racun tikus di wilayah Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara,” katanya.
BACA JUGA:Wajah ABH Tak Berdosa di Kasus Anak Bunuh Ortu di Lebak Bulus
Dilanjut, sekitar pukul 09.00, tersangka dalam perjalanan pulang singgah di sebuah toko di Warakas, membeli dua bungkus kapur barus. Lalu, ia pulang, menyimpan dua barang itu.
Siangnya Syauqi berangkat kerja ke Sunter. Ia bekerja sampai malam. Ia bersama beberapa teman kerja pesta miras merayakan malam tahun baru. Mereka bermalam di tempat kerja.
Kamis siang, 1 Januari 2026, Syauqi pulang. Ia masih membawa kembang api sisa pesta malam tahun baru. Sekitar pukul 19.00 Siti memarahi Syauqi soal kebiasaan pulang pagi. Kakak perempuannya, Afiah, ikut memarahi. Syauqi diam saja.
Tiga jam kemudian Syauqi mulai beraksi. Saat itu di dalam rumah ada ia, ibu, kakak, dan adik bungsunya. Tiga orang, kecuali Syauqi, sudah tidur saat Syauqi memulai proses pembunuhan.
AKBP Onkoseno: ”Jadi, ini pembunuhan dua tahap, ya. Pembunuhan yang sudah direncanakan matang.”
Tahap pertama, Syauqi mengenakan masker dua lapis. Kemudian, ia merebus air campur teh dalam panci. Setelah mendidih, dicampurkan kapur barus.
Kontan, asap putih memenuhi dapur. Rumah kecil itu jadi berkabut. Syauqi tidak tahan (meski bermasker dobel) ia keluar rumah, kemudian menutup pintu lagi. Asap di dalam rumah kian pekat. Tiga orang yang tidur awalnya terbatuk-batuk, kemudian diam sendiri.
Sejam kemudian (sudah dini hari, Jumat, 2 Januari 2026) Syauqi masuk rumah, mematikan kompor. Ia lalu memeriksa tiga keluarganya. Pingsan semua. Entah pingsan atau tidur. Namun, berdasarkan Syauqi yang tidak tahan di dalam rumah meski bermasker, sangat mungkin tiga korban pingsan.