Di keluarga Kramer tidak pernah membahas soal pilih kasih. ”Tetapi, setelah komentar asal-asalan saudara laki-laki saya tentang saya sebagai anak kesayangan, saya memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut,” katanyi.
Kramer bertanya kepada saudara laki-laki itu, mengapa ia berkomentar begitu. Saudara menjawab, dulu ayah mereka pernah memarahi si saudara karena menakut-nakuti Kramer dengan Mole dari serial TV Thunderbirds (semacam mesin bor raksasa) dan itu membuat Kramer menangis.
Kramer: ”Saya tidak ingat momen itu. Mungkin karena saya bukan yang dimarahi saat itu.”
Kejadian tersebut oleh anak bisa disimpulkan si saudara, Kramer sebagai anak kesayangan. Jadi, bersifat subjektif.
Di kasus pembunuhan sekeluarga di Warakas, Syauqi merasa dianaktirikan. Ia menyimpulkan begitu. Minimal, ia dimarahi ibu karena sering pulang pagi.
Itu subjektif. Dari perspektif ibu, mungkin ibu menyayangi Syauqi. Agar jangan biasa pulang pagi, buruk buat kesehatan. Atau, ibu khawatir Syauqi melakukan hal negatif sehingga pulang pagi. Dari perspektif Syauqi, sebaliknya. Pasti, sulit menjadi ortu. (*)