Penipuan Pemancingan Saldo Mengatasnamakan Bea Cukai: Modus, Ciri, dan Cara Mencegahnya

Senin 09-02-2026,14:00 WIB
Reporter : Salsabila*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Belakangan ini, masyarakat kembali diingatkan untuk waspada terhadap modus penipuan baru. Penipuan itu mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah modus pemancingan saldo. Pelaku memanfaatkan nama dan citra Bea Cukai untuk menipu korban.

Korban yang tertipu akan mentransfer sejumlah uang dengan alasan administratif. Atau pengembalian dana yang diduga palsu.

Kasus itu menunjukkan bahwa penipuan tidak hanya berupa permintaan langsung. Tetapi bisa muncul melalui rangkaian komunikasi yang dibuat sedemikian rupa. Bahkan sekilas terlihat meyakinkan.

BACA JUGA:Tips Aman Transaksi Kartu Kredit BRI, Hindari Modus Penipuan Digital

BACA JUGA:Penipuan Digital dan Pencurian Data Pribadi Marak, Ini 4 Cara Mencegahnya

Cara Kerja Modus Pemancingan Saldo


Februari 2026, modus penipuan “pemancingan saldo” mengatasnamakan Bea Cukai marak. Korban dipancing transfer lewat pesan palsu.-envatoelements-pinterest

Modus penipuan yang ramai terjadi dimulai dari komunikasi antara pelaku dengan calon korban. Itu dilakukan setelah korban melakukan transaksi online.

Pelaku berpura-pura menjadi petugas Bea Cukai. Lalu mengklaim bahwa barang yang dibeli bermasalah atau “ilegal”. Sehingga tidak bisa diproses sampai ada pembayaran tertentu.

Mereka kemudian berusaha meyakinkan korban. Bahwa masalah tersebut dapat diselesaikan dengan pembayaran jaminan atau biaya administratif. Biaya itu ditransfer melalui rekening tertentu.

Pelaku kemudian mengklaim telah mengirim dana pengembalian dalam jumlah lebih besar. Lengkap dengan bukti transfer palsu untuk meyakinkan korban.

BACA JUGA:Data Pribadi 17,5 Juta Pengguna Instagram Bocor di Dark Web, Risiko Penipuan Mengintai

BACA JUGA:Korban Penipuan Investasi Solar Minta Hakim PN Surabaya Jatuhkan Hukuman Setimpal

Namun, mereka mengatakan dana tersebut tidak bisa masuk. Karena saldo korban belum mencapai jumlah minimal tertentu. Lalu korban diminta mentransfer selisih yang disebut sebagai pemancingan saldo.

Pada titik itu, semakin banyak uang yang dikirim korban. Sedangkan dana pengembalian yang dijanjikan tidak pernah benar-benar ada.

Ciri-Ciri Penipuan yang Mengatasnamakan Bea Cukai

Kategori :