Jelang Valentine 2026, Modus Penipuan Voucher Makan Romantis Marak di WhatsApp
Waspada jelang Valentine 2026, modus penipuan berkedok voucher makan romantis palsu marak beredar di WhatsApp. Jangan mudah klik tautan mencurigakan yang bisa membobol data dan rekening Anda.--cloudsek-Google
HARIAN DISWAY - Isu penipuan berkedok "voucher makan romantis" palsu kini sedang marak. Apalagi jelang Valentine 2026. Pelaku mengirim pesan tersebut melalui WhatsApp.
Momen hari kasih sayang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan. Mereka memancing korban dengan iming-iming hadiah dan diskon spesial.
Pesan tersebut biasanya menawarkan voucher makan gratis atau potongan harga besar di restoran ternama. Korban diminta klik tautan. Atau mengisi data pribadi untuk mengklaim hadiah.
Jika tidak waspada, data pribadi hingga saldo rekening bisa jadi sasaran. Masyarakat diminta lebih hati-hati. Jangan mudah tergiur promo yang belum jelas kebenarannya.
BACA JUGA:Waspada Modus Penipuan Undangan Digital Imlek 2026 di WhatsApp, Jangan Asal Klik!
BACA JUGA:Marak Penipuan Aktivasi IKD 2026 via WhatsApp, Begini Cara Menghindarinya
1. Modus Baru Berkedok Promo Valentine
Pesan berantai itu mengatasnamakan restoran, hotel, atau brand terkenal. Tampilan pesannya dibuat meyakinkan. Lengkap dengan logo dan desain menarik.
Biasanya, korban dijanjikan voucher makan malam romantis untuk dua orang. Syaratnya cukup klik tautan dan isi data diri dalam waktu terbatas.
2. Tautan Palsu yang Menjebak
Tautan yang dibagikan mengarah ke situs tiruan yang mirip dengan laman resmi. Sekilas sulit dibedakan. Sebaiknya teliti kembali dengan cara melihat alamat domainnya.
Di situs tersebut, korban diminta memasukkan nama, nomor ponsel, hingga data perbankan. Bahkan ada yang diarahkan mengisi kode OTP yang seharusnya bersifat rahasia.
BACA JUGA:Waspada Penipuan Tiket Mudik Gratis 2026 Palsu Yang Meminta Biaya Pendaftaran Via E Wallet
BACA JUGA:Penipuan Pemancingan Saldo Mengatasnamakan Bea Cukai: Modus, Ciri, dan Cara Mencegahnya
3. Data Pribadi Jadi Target Utama
Pelaku memanfaatkan data yang masuk untuk mengambil alih akun korban. Akun WhatsApp dan mobile banking jadi sasaran empuk.
Tak sedikit korban yang akhirnya kehilangan uang dalam hitungan menit. Semua berawal dari klik tautan yang terlihat sepele.
4. Marak Jelang Valentine
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: