Waspada Modus Penipuan Undangan Digital Imlek 2026 di WhatsApp, Jangan Asal Klik!
Hati-hati modus penipuan undangan digital Imlek 2026 di WhatsApp! Jangan asal klik link mencurigakan yang bisa mencuri data pribadi Anda.--Pinterest
HARIAN DISWAY - Modus penipuan undangan digital Imlek 2026 ramai beredar di WhatsApp. Pesan itu berisi tautan yang diklaim sebagai kartu ucapan atau undangan perayaan.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap setiap pesan yang masuk dari nomor yang tidak dikenal. Seperti tautan undangan Imlek tersebut. Sebab, tautan itu bisa mencuri data pribadi.
Pelaku memanfaatkan momen Imlek untuk menarik perhatian korban. Pesan biasanya dikirim dari nomor tidak dikenal. Ada juga yang mengatasnamakan teman atau korban.
Jika korban asal klik link yang diberikan, risiko peretasan bisa terjadi. Data pribadi hingga akses rekening dapat disalahgunakan.
BACA JUGA:Waspada Penipuan Tiket Mudik Gratis 2026 Palsu Yang Meminta Biaya Pendaftaran Via E Wallet
BACA JUGA:Marak Penipuan Aktivasi IKD 2026 via WhatsApp, Begini Cara Menghindarinya
Berikut cara memahami ciri dan cara menghindari modus penipuan tautan undangan Imlek 2026.
Modus Kirim Link Undangan Palsu
Pelaku mengirim pesan berisi ucapan Imlek dan tautan undangan digital. Tampilannya dibuat menarik agar korban penasaran.
Saat diklik, korban diarahkan ke situs palsu. Situs tersebut bisa meminta data pribadi atau mengunduh aplikasi berbahaya.
Mengatasnamakan Kontak yang Dikenal
Sebagian pelaku memakai foto profil dan nama yang mirip orang terdekat. Cara itu membuat korban tidak curiga.
BACA JUGA:Waspada GhostPairing, Modus Penipuan WhatsApp Baru yang Diam-Diam Mengambil Alih Akun
BACA JUGA:Cara Aman Klaim DANA Kaget Gratis dan Tip Hindari Modus Penipuan
Ada juga modus pembajakan akun seseorang lebih dulu. Setelah akun dikuasai, pelaku akan mengirim pesan undangan palsu dan disebar ke daftar kontak.
Ancaman Pencurian Data dan Peretasan
Link palsu bisa mengundang malware. Malware itu mampu mencuri informasi penting dari ponsel. Data seperti kode OTP, PIN, hingga akses mobile banking bisa jadi sasaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: