HARIAN DISWAY - Ducati tidak sedang mencari keajaiban satu lap, melainkan keseimbangan sempurna untuk membuka musim. Di tengah regulasi aero yang ketat, keputusan homologasi Desmosedici GP26 di Buriram menjadi taruhan besar: salah langkah, satu musim bisa terganggu sejak awal.
Dari tiga opsi aerodinamika, strategi “Mix” 2025–2026 muncul sebagai solusi paling rasional, bukan yang paling radikal, tapi yang paling siap tempur.
Dalam buku regulasi telah dijelaskan bahwa setiap pabrikan hanya diberikan jatah satu kali update (evolusi) aerodinamika sepanjang musim, setelah spesifikasi awal dihomologasi pada seri pembuka.
Artinya, pilihan yang akan diambil Ducati pada Tes Buriram, 21–22 Februari mendatang, akan sangat menentukan nasib mereka di paruh pertama musim. Jika salah memilih paket aero, Ducati hanya memiliki satu kesempatan revisi untuk perbaikan.
Di meja kerja Luigi Dall'Igna, Direktur Ducati Corse, saat ini tersedia tiga opsi aerodinamika untuk Desmosedici GP26: aero versi 2026, 2025, dan 2024. Ketiganya telah diuji pada pengujian Sepang, 3–5 Februari lalu.
Dalam MotoGP, aero body terdiri dari dua bagian utama, yakni fairing depan dan fender/panel samping. Karena Ducati hanya memiliki satu kesempatan update di tengah musim, mereka tidak boleh “berjudi” dengan paket aerodinamika yang belum 100 persen matang sejak awal musim.
BACA JUGA:Aprilia Luncurkan Buritan Panoramix di RS-GP26, Inovasi Aero Jelang MotoGP 2026
BACA JUGA:RS-GP 2026: Manifesto Terakhir Aprilia Sebelum Revolusi MotoGP 2027
Strategi “Mix Aero 2025 dan 2026”: Jalan Tengah yang Win-Win Solution.
Marc Marquez, Francesco Bagnaia, Alex Marquez, dan Fabio Di Giannantonio telah menguji seluruh paket aero, termasuk berbagai kombinasi antara aero generasi berbeda.
Berdasarkan data tiga hari pengujian di Sepang, muncul satu kandidat kuat yang disebut sebagai konfigurasi “Mix”. Konfigurasi ini mengombinasikan:
- Side Fairing 2026 : Evolusi terbaru yang difokuskan pada optimalisasi ground effect saat motor berada pada sudut rebah maksimal. Salah satu cirinya adalah sidepod yang dipanjangkan hingga mendekati talang udara samping.
- Front Cowl/Front Fairing 2025 : Bagian depan yang telah terbukti stabil secara aerodinamis dan memberikan feedback yang mudah dipahami pengendara. Perlu dicatat, Pecco Bagnaia pada musim 2025 cukup jarang menggunakan front fairing ini.
Marc Marquez (93), saat menguji motor Ducati GP26 di pengujian Sepang 3-5 Februari 2026--Twitter Alessio Piana @AlessioPiana130
Mengapa opsi Mix dinilai paling masuk akal secara teknis?
Ducati tampaknya ingin meminimalkan risiko. Paket full aero 2026 memang menjanjikan downforce lebih besar, namun desain yang terlalu radikal kerap menimbulkan efek samping, seperti instabilitas saat terkena angin samping (crosswind) atau perubahan karakter handling yang terlalu drastis.
Dengan mempertahankan front cowl 2025, Bagnaia dan kru teknis mendapatkan sensasi front-end yang familiar, sementara efisiensi aliran udara di bagian samping ditingkatkan melalui penggunaan side fairing 2026.