CV Selalu Ditolak? Cek 5 Kesalahan Paling Umum pada Era ATS 2026
Banyak perusahaan menilai CV dengan teknologi Applicant Tracking System (ATS) berbasis kecerdasan buatan dalam proses rekrutmen--Freepik
HARIAN DISWAY — Kini banyak perusahaan mengadopsi teknologi applicant tracking system (ATS) berbasis kecerdasan buatan dalam proses rekrutmen. Para pelamar kerja pun dituntut untuk mampu membuat CV yang bisa dibaca AI, bukan hanya manusia.
ATS secara otomatis memindai, mengurutkan, dan menyaring CV berdasarkan kriteria yang diprogram oleh perekrut. Tujuannya adalah mempercepat proses seleksi awal.
Namun, bagi banyak pelamar, sistem ini justru menjadi penghalang utama. Sebab, sistem ATS tidak selaras dengan pembuatan CV konvensional.
Penelitian teknologi rekrutmen terbaru yang dipublikasikan arXiv menyebutkan bahwa algoritma ATS cenderung menolak CV yang tidak memiliki struktur data yang jelas atau informasi yang dapat dibandingkan secara digital.
BACA JUGA:Dampak Ledakan Teknologi Agentic AI, 5 Pekerjaan ini Paling Dicari di 2026
BACA JUGA:Tren Pekerjaan Freelance Paling Dinikmati 2025: Bebas Atur Waktu dan Pilih Proyek
Sistem ini bekerja dengan membaca teks dan mencocokkan keyword (kata kunci) dari deskripsi pekerjaan, bukan mengevaluasi estetika desain CV.
Berikut 5 kesalahan umum CV yang sering membuatnya ditolak ATS pada 2026:

ILUSTRASI sistem AI pada Applicant Tracking System (ATS) yang memindai CV berdasarkan kata kunci, struktur teks, dan format dokumen sebelum dibaca perekrut manusia--Eddy HR Community
1. Format Tidak ATS-Friendly
Perusahaan yang memakai ATS modern umumnya membaca file CV seolah mengurai teks dari kiri ke kanan, atas ke bawah.
CV yang dipenuhi kolom ganda, tabel, atau elemen grafis sering membuat informasi penting terlewat oleh parser (sistem penyeleksi) ATS.
BACA JUGA:10 Pekerjaan yang Terancam Hilang Karena Teknologi AI, Wajib Tahu!
BACA JUGA:9 Pekerjaan Penuh Tekanan pada 2026 Berdasarkan Studi Terbaru
2. Tidak Menyertakan Kata Kunci yang Relevan
Keyword seperti nama perangkat lunak, sertifikasi industri, atau istilah teknis sering digunakan oleh AI untuk menilai relevansi kandidat terhadap lowongan yang tersedia.
Jika CV tidak mencerminkan istilah yang sama dengan deskripsi pekerjaan, sistem akan menganggap Anda tidak memiliki keahlian yang dicari.
3. Format File Tidak Tepat
Meskipun PDF terlihat rapi, beberapa ATS versi lama belum sempurna membaca teks di dalam PDF, terutama jika hasilnya berupa gambar.
Membuat CV dalam format .docx atau PDF berbasis teks biasanya lebih aman karena informasi akan terbaca utuh.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Pekerjaan Freelance yang Cocok untuk Ibu Rumah Tangga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: lowongankerjapro