Syauqi dijerat Pasal 459 KUHP (baru), pembunuhan berencana. Ancaman, maksimal hukuman mati dengan masa percobaan 10 tahun penjara. Sesuai KUHP itu, dalam 10 tahun dipenjara, kelakuannya dievaluasi. Jika dinilai baik, bisa diusulkan keringanan hukum menjadi penjara seumur hidup.
Jelas, Syauqi tidak gila. Orang gila tidak mungkin merencanakan pembunuhan. Orang gila tidak punya kemampuan berpikir merencanakan sesuatu, termasuk pembunuhan.
Orang gila tidak mungkin berdrama seperti Syauqi di kasus itu. Ia berdrama dengan tujuan mengecoh polisi, menghindari tanggung jawab hukum. Meski dramanya jelek, tidak logis, tidak ikut minum racun, toh penyelidikan polisi sampai sebulan.
Namun, ada sesuatu yang janggal pada jiwa Syauqi. Tidak umum. Ia bersikukuh membenarkan tindak kejahatannya itu. Ia menganggap sudah benar membunuh ibunya. Juga, membunuh kakak dan adiknya.
Sebab, ia menganggap ibunya pilih kasih. Menurutnya, ia dianaktirikan, sedangkan para saudara kandungnya disayangi ibu. Maka, ibu dan saudara-saudara ia bunuh. Menurutnya, itu sudah betul.
Pikiran Syauqi itu tidak normal. Tapi, bukan gila. Gila, istilah awam. Dalam pikiran awam, orang telanjang di tempat umum adalah orang gila. Bukan di tempat khusus seperti kamar mandi dan kelab malam. Orang memukul orang lain tanpa sebab disebut gila.
Secara ilmiah, lebih detail. Dalam psikiatri disebut disorder. Gangguan, kekacauan, atau keadaan tidak teratur berpikir.
Gangguan berpikir, berdasar psikiatri, ternyata ada ratusan jenis. Tidak cuma telanjang dan memukul orang lain tanpa sebab.
Dikutip dari Cleveland Clinic, 3 Juni 2025, berjudul Mental Disorders: Types, Causes and Symptoms, disebutkan, ada lebih dari 200 jenis gangguan berpikir manusia.
Antara lain, stres menumpuk jadi depresi, ada juga kecemasan, khawatir berlebihan, takut berlebihan, merasa diri hebat, narsistik sangat banyak, halusinasi, sampai skizofrenia yang merasa mendengar bisikan gaib untuk melukai, bahkan membunuh, orang.
Cleveland Clinic adalah pusat medis akademik nirlaba, berkampus di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (AS). Di tempat itu juga ada perawatan jiwa.
Disebutkan, gangguan kesehatan mental, juga dikenal sebagai penyakit mental atau gangguan kejiwaan, adalah kondisi yang memengaruhi cara orang berpikir dan berperilaku. Gangguan itu juga memengaruhi emosi orang dan bagaimana orang mengaturnya. Orang merasa cemas, atau hampa, berpikiran yang berpacu, atau mengalami kesulitan makan atau tidur.
Gangguan mental ada lebih dari 200 jenis. Namun, ada delapan jenis utama yang paling umum. Antara lain, post-traumatic stress disorder (PTSD). Obsessive-compulsive disorder (OCD). Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Pokoknya ratusan.
Dikutip dari World Health Organization, 30 September 2025, berjudul Mental Disorders, disebutkan, pada 2021 tercatat 359 juta orang di dunia hidup dengan gangguan kecemasan, termasuk 72 juta anak dan remaja.
Gangguan kecemasan ditandai rasa takut dan khawatir berlebihan serta gangguan perilaku terkait. Gejalanya cukup parah sehingga menyebabkan penderitaan yang signifikan atau gangguan fungsi yang signifikan.
Ada beberapa jenis gangguan kecemasan yang berbeda. Misalnya, gangguan kecemasan umum (ditandai kekhawatiran berlebihan), gangguan panik (serangan panik), gangguan kecemasan sosial (takut dan khawatir berlebihan dalam situasi sosial), dan gangguan kecemasan perpisahan (takut atau kecemasan berlebihan tentang perpisahan dari orang-orang yang punya ikatan emosional mendalam).