Cokelat Valentine Bikin Jerawatan, Fakta atau Mitos?

Jumat 13-02-2026,12:00 WIB
Reporter : Salwa Igusta Azzhro*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Faktor lain yang sering luput adalah kondisi kulit masing-masing orang. Ada yang sensitif terhadap produk susu (dairy).

Ada pula yang kulitnya lebih reaktif terhadap makanan dengan indeks glikemik tinggi. Jadi, reaksi jerawat bisa berbeda pada setiap individu.

BACA JUGA:Kopi atau Cokelat? Minuman Terbaik untuk Meningkatkan Mood di Hari Valentine

BACA JUGA:Rasa Cokelat dan Matcha Bikin Meal Replacement Ini Enak dan Praktis Dikonsumsi


Jerawat setelah makan cokelat? Bisa jadi karena lonjakan gula darah. Bukan sekadar mitos lama.--parapuan

Selain itu, pola hidup secara keseluruhan jauh lebih berpengaruh. Kurang tidur, stres, jarang membersihkan wajah, hingga kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor. Itu merupakan beberapa hal yang berperan besar dalam memicu jerawat.

Valentine pun sering identik dengan bergadang, makanan manis berlebihan, dan kurang minum air putih. Kombinasi itulah yang bisa memperburuk kondisi kulit. Jadi, masalahnya bukan sekadar satu batang cokelat.

Apakah harus berhenti makan cokelat di Hari Kasih Sayang? Tidak juga. Kuncinya ada pada pilihan dan porsi.

Pilih cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi. Periksa label kandungan gula. Dan konsumsi dalam jumlah wajar. Kemudian imbangi dengan asupan air putih yang cukup serta pola makan seimbang.

BACA JUGA:Kado Hari Valentine untuk Pasangan selain Cokelat dan Bunga

BACA JUGA:Bajo Cokelat

Cokelat bukan musuh utama kulit. Yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan berlebihan dan pola hidup yang tak terkontrol. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA. 

Kategori :