Galentine Day Makin Populer! Simak Perbedaannya dengan Valentine Day
Galentine Day merupakan perayaan persahabatan yang biasanya dirayakan sehari sebelum Valentine, yakni pada 13 Februari--parapuan
HARIAN DISWAY — Februari identik dengan perayaan cinta. Selama ini, masyarakat lebih akrab dengan Hari Valentine sebagai momen aktualisasi kasih sayang bagi pasangan.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, istilah Galentine Day semakin populer. Terutama di kalangan perempuan muda dan generasi milenial.
Galentine Day merupakan perayaan persahabatan yang biasanya dirayakan sehari sebelum Valentine, yakni pada 13 Februari. Berbeda dengan Valentine yang identik dengan hubungan romantis, Galentine lebih menekankan pada apresiasi terhadap sahabat dan solidaritas antarperempuan.
Secara historis, istilah Galentine pertama kali diperkenalkan lewat serial televisi Amerika Serikat, Parks and Recreation. Khususnya, dalam salah satu episodenya yang tayang pada 2010.
BACA JUGA:5 Game Ini Cocok Dimainkan Bersama Pasangan Saat Hari Valentine
BACA JUGA:Tren Valentine 2026, Perayaan Lebih Personal dengan Hadiah Pengalaman dan Makna Emosional
Dalam episode itu, karakter Leslie Knope yang diperankan Amy Poehler mengadakan brunch khusus untuk merayakan persahabatan perempuan. Sejak saat itu, istilah Galentine menyebar luas melalui media sosial.
Ulasan Time dan National Today, Galentine kini dirayakan secara global dengan konsep sederhana tapi bermakna. Seperti, makan bersama, tukar kado kecil, hingga sekadar quality time bersama sahabat. Perayaan ini juga dianggap sebagai bentuk self-love dan dukungan emosional antar teman.
Perbedaan Galentine dan Valentine

GALENTINE DAY lebih menekankan pada apresiasi terhadap sahabat dan solidaritas antarperempuan--National Day Calendar
Secara mendasar, Valentine berfokus pada hubungan romantis. Tradisinya meliputi pemberian cokelat, bunga mawar, kartu ucapan, hingga makan malam bersama pasangan.
Di Indonesia sendiri, perayaan Valentine sering diwarnai promo restoran, hotel, hingga brand kecantikan yang mengusung tema romantis.
BACA JUGA:Cokelat Valentine Bikin Jerawatan, Fakta atau Mitos?
BACA JUGA:6 Cara Merayakan Valentine Tanpa Persiapan Rumit, Tapi Tetap Bermakna
Sementara itu, Galentine tidak berorientasi pada pasangan. Perayaan ini justru menegaskan bahwa cinta tidak selalu tentang romansa, melainkan juga tentang persahabatan yang sehat dan suportif.
Dalam konteks budaya modern, Galentine menjadi simbol bahwa perempuan dapat saling mendukung tanpa harus bergantung pada validasi hubungan romantis.
Secara psikologis, sejumlah penelitian tentang relasi sosial menunjukkan bahwa persahabatan memiliki peran penting dalam kesehatan mental.
Studi yang dipublikasikan American Psychological Association menyebutkan bahwa dukungan sosial dari teman dekat dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dan menurunkan tingkat stres.
BACA JUGA:Hari Valentine 14 Februari, Ini Makna dan Sejarah Singkatnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: