HARIAN DISWAY - Menjelang Valentine 2026, cokelat kembali jadi “bahasa cinta” paling populer. Dari cokelat batangan, praline, hingga hampers manis berbungkus merah muda.
Semuanya laris manis. Tapi di balik manisnya momen, muncul pertanyaan klasik: benarkah cokelat bikin jerawatan?
Mitos itu sudah lama beredar. Banyak yang langsung menyalahkan cokelat setiap kali muncul jerawat. Atau setelah makan camilan manis. Padahal secara medis, persoalannya tak sesederhana itu.
Dokter kulit menyebut, yang lebih berpengaruh terhadap jerawat bukan semata-mata cokelatnya. Melainkan kandungan gula dan produk susu yang sering ada dalam cokelat olahan.
BACA JUGA:Mood Kacau? Bisa Jadi Tubuhmu Lagi Butuh Cokelat
BACA JUGA:3 Cokelat Kekinian Populer, Hari Jadi Lebih Manis
Konsumsi gula tinggi dapat memicu lonjakan kadar gula darah. Kondisi itu meningkatkan produksi insulin dan hormon tertentu yang dapat merangsang kelenjar minyak (sebum) di kulit.
Produksi minyak berlebih itulah yang berpotensi menyumbat pori-pori. Dampaknya adalah munculnya jerawat.
Cokelat hitam yang mengandung lebih dari 70 persen kakao dianggap kaya akan serat dan mineral.-Freepik-Freepik
Cokelat susu dengan kadar gula tinggi lebih berisiko dibanding cokelat hitam (dark chocolate) dengan kadar kakao tinggi dan gula lebih rendah.
Cokelat hitam, terutama yang mengandung 70 persen kakao atau lebih, justru mengandung antioksidan seperti flavonoid.
BACA JUGA:Alasan Cokelat Selalu Disuguhkan di Depan Kasir Minimarket
BACA JUGA:5 Resep Kue Kering Cokelat untuk Suguhan Lebaran 2025
Senyawa itu dikenal memiliki efek antiinflamasi. Dapat membantu melawan radikal bebas dan peradangan pada tubuh. Termasuk kulit.
Namun, bukan berarti dark chocolate bisa dikonsumsi tanpa batas. Jika tetap dimakan berlebihan, efek gula meski lebih rendah tetap ada. Ditambah lagi, sebagian produk cokelat premium tetap mengandung tambahan gula atau lemak.