Peringatan Dini BMKG 12 Februari 2026: Siaga Hujan Lebat dan Banjir Rob, Ini Daftar Wilayah yang Harus Waspada

Kamis 12-02-2026,08:50 WIB
Reporter : Najwa Nabilla Rachmah
Editor : Mohamad Nur Khotib

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Peringatan dini BMKG 12 Februari 2026 resmi diterbitkan sebagai bentuk informasi kepada publik mengenai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan banjir rob yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Indonesia. 

BMKG mengungkapkan bahwa potensi banjir pesisir atau rob dapat terjadi pada tanggal 12-19 Februari 2026 akibat fenomena fase bulan baru yang memicu kenaikan tinggi muka air laut maksimum. 

Secara ilmiah, pasang maksimum terjadi saat fase tersebut atau fase bulan purnama dimana gaya gravitasi bulan dan matahari saling memperkuat sehingga permukaan air laut mengalami kenaikan lebih tinggi dan fenomena ini berkaitan dengan proses oseanografi.

BACA JUGA:BMKG Imbau Warga Pesisir NTT Waspadai Banjir Rob Awal Februari 2026

BACA JUGA:Walhi: Jakarta, Semarang, Surabaya Darurat Banjir Rob Lantaran Tak Ada Kebijakan Struktural

Wilayah yang diperkirakan berisiko mengalami banjir rob meliputi:

  • Pesisir utara Jawa: DKI Jakarta, Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon, Semarang, Demak, Pekalongan, dan Surabaya. 
  • Pesisir Sumatera: pesisir timur Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung.
  • Pesisir Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. 
  • Wilayah timur Indonesia: pesisir Sulawesi, Maluku, dan Papua. 

Adapun wilayah lainnya yang kemungkinan akan terdampak banjir rob yakni Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kendal, Jepara, Tegal, dan Brebes.

BACA JUGA:Waspada! Surabaya Berpotensi Alami Hujan Lebat hingga Banjir Rob Selama 3 Hari ke Depan

BACA JUGA:Pemkot Surabaya Siapkan Pompa Air Bantu Petani Tambak Hadapi Banjir Rob

Menurut BMKG, tingkat dampak banjir rob di setiap daerah tidak akan sama karena dipengaruhi oleh karakteristik topografi wilayah pesisir, kondisi pasang surut di masing-masing lokasi, serta faktor cuaca lain seperti angin dan tekanan udara. 

"Kondisi tersebut dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pemukiman pesisir, termasuk kegiatan bongkar muat, transportasi laut, perikanan darat, serta tambak garam." ucap Direktur Meteorologi Maritim BKMKG Eko Prasetyo. 

Tidak hanya dampak rob, hujan lebat yang terjadi di wilayah daratan juga berdampak pada peningkatan risiko banjir genangan termasuk di DKI Jakarta yang dalam beberapa waktu sering mengalami peningkatan volume air di sejumlah sungai dan saluran drainase. 

BACA JUGA:BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jatim, Surabaya Berpotensi Hujan Lebat dan Petir Hari Ini!

BACA JUGA:Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Barat Berakhir Hari Ini, Cegah Banjir dan Longsor

BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan upaya mitigasi secara mandiri, seperti menjaga kebersihan saluran air dan rutin memantau kondisi ketinggian muka air maupun dampak hidrometorologi lainnya. 

Kategori :