HARIAN DISWAY - Kapan mulai puasa? meskipun dilalui setiap tahun, penentuan awal dan akhir puasa kerap menjadi perbincangan hangat, diskusi, bahkan perdebatan di kalangan muslim Indonesia. Hal ini karena setiap tahunnya, selalu ada potensi perbedaan.
Umumnya, perbedaan tersebut dipahami antara dua hal. Di satu sisi Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab (perhitungan astronomis), dan kelompok Nahdlatul Ulama (NU) yang biasanya di tetapkan juga oleh pemerintah dengan metode rukyatul hilal (melihat hilal).
Anggapan ini tentu tidak sepenuhnya tepat. Tidak ada dikotomi antara hisab dan rukyat. NU dan sejumlah ormas lain, meskipun mendasarkan penetapan tanggal 1 Ramadan sesuai hasil rukyatul hilal, namun kelompok NU juga menggunakan metode hisab untuk menentukan posisi hilal (bulan baru). Metode rukyatul hilal hanya menjadi verifikasi akhir dari penentuan apakah "hilal terlihat".
Berikut ini jadwal lengkap proses penentuan tanggal 1 Ramadan minggu depan:
1. Selasa, 17 Februari 2026 Sore: Proses Pemantauan Hilal Dimulai
BACA JUGA:Masih Ragu dengan Hukum Nyekar atau Nyadran Jelang Ramadan? Ini Penjelasan Terbaru MUI
Pada hari selasa besok, proses rukyatul hilal akan dimulai oleh berbagai lembaga maupun komunitas. Seperti Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), Lembaga-lembaga Pemerintah seperti Kemenag dan BRIN, komunitas astronomi, maupun ormas-ormas Islam lain yang masih menggunakan metode ini. Kegiatan rukyat akan dimulai pada pukul 17.00 dan mencapai puncaknya beberapa detik sebelum maghrib (terbenamnya matahari).
Rukyatul Hilal di Kota Ambon, Maluku, berhasil dilakukan Tim Pemantau Hilal oleh BMKG di mana tinggi bulan di atas 3 derajat-BMKG Ambon-
Sekretaris LFNU Jakarta Ikhwanudin menjelaskan bahwa dasar penetapan awal bulan hijriah adalah terlihatnya hilal setelah matahari terbenam pada tanggal 29 setiap bulan hijriah. Apabila hilal tidak terlihat, maka dilakukan istikmal atau penyempurnaan bilangan bulan menjadi 30 hari.
2. Selasa, 17 Februari 2026 Sehabis Maghrib: Sidang Isbat
Hasil pemantauan hilal dari ratusan titik di Indonesia dilaporkan ke Jakarta, tepatnya di Auditorium HM Rasjidi, tempat digelarnya sidang isbat (penentuan awal Ramadhan). Sidang akan mengevaluasi berbagai laporan dari ratusan titik pemantauan untuk menentukan apakah hilal "terlihat" untuk wilayah Indonesia atau tidak.
Sidang ini dihadiri oleh perwakilan ormas Islam, BMKG, BRIN, dan sejumlah duta besar negara sahabat.
BACA JUGA:Muhammadiyah Awal Puasa 18 Februari 2026, Hilal Tak Terlihat Versi Astronomi Bosscha
BACA JUGA:Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, Pemerintah Kapan?
Sidang isbat biasanya akan berakhir sekitar sehabis isya atau pukul 19.00 WIB atau bisa lebih lama, tergantung kompleksitas situasi di lapangan. Setelah sidang selesai, Kementerian Agama akan mengumumkan keputusan awal Ramadan tahun 1447 Hijriah. Kemungkinan hasilnya hanya ada 2:
- Hilal berhasil dilihat, maka 1 Ramadan 1447 H jatuh pada esok harinya, yakni Rabu, 18 Februari 2026
- Hilal tidak berhasil dilihat karena mendung atau lainnya, maka dilakukan istikmal (penyempurnaan) 30 hari bulan Sya'ban. Itu berarti 1 Ramadan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
3. Rabu, 18 Februari 2026: Puasa Hari Pertama
BACA JUGA:Hisab dan Rukyatul Hilal: Dua Metode Penentuan Awal Ramadan 2025
Pada Rabu, 18 Februari 2026, sebagian muslim sudah berpuasa. Terutama dari komunitas warga Muhammadiyah. Hal ini karena sudah sejak lama PP Muhammadiyah mengumumkan puasa jatuh pada tanggal 18 Februari berdasarkan metode hisab kalender. Hari ini juga bisa menjadi hari puasa pertama bagi seluruh umat muslim Indonesia jika hilal terlihat pada Selasa sore.