”Ki (Iki) aku diculik sama Aak (kakak laki-laki) dua orang pas pulang sekolah bawa uang. Aku gak tahu di mana ini Ki. Kalau aku gak ada kabar, maaf Ki.”
BACA JUGA:Memberantas Anemia Remaja dengan Program Aksi Bergizi
BACA JUGA:Diejek di Depan Teman, Remaja Ini Bunuh Pacar
Pesan itu lalu diteruskan Iki kepada teman-temannya yang juga teman-teman Zain. Pesan menyebar. Namun, setelah itu, HP Zain mati, tak bisa dihubungi. Semua temannya tidak bisa menghubungi nomor HP Zain. Pesan WA pun bertanda tak terbaca. Itulah pesan terakhir (seolah-olah) dari Zain.
Setelah mayat Zain ditemukan, Jumat, 13 Februari 2026, polisi sangat memperhatikan pesan WA dari HP Zain yang tersebar ke teman-temannya itu. Polisi yakin, pengirim pesan itulah pelakunya.
Akhirnya para pelaku mengakui perbuatan mereka.
Hasil penyelidikan, pelaku menganiaya Zain dengan memukul korban menggunakan botol kaca. Kena belakang kepala. Dilanjut, korban ditikam pisau sangkur yang sejak awal sudah dibawa YA.
BACA JUGA:Mengapa Remaja Sekarang Rentan Kesepian?
BACA JUGA:Berkaca dari “Extracurricular”: Kok Bisa Tawuran Remaja Makin Merajalela?
Niko: ”Korban meninggal dunia akibat luka benda tumpul di kepala. Juga, luka tusuk benda tajam di bagian perut dengan delapan titik tusukan. Motif masih diselidiki.”
Latar belakang perkara demikian: Zain dan YA dahulu sahabat akrab. Saat mereka masih sama-sama tinggal di Garut. Sahabat sejak kecil. Kemudian, Zain bersama keluarga pindah ke Bandung. Zain bersekolah kelas VII di SMP Negeri 26 Bandung.
Sejak itu Zain dan YA jarang bertemu. Namun, mereka masih bersahabat. Komunikasi via telepon dan medsos. YA sering mengunjungi Zain di Bandung, setidaknya sepekan sekali.
Belakangan, Zain menyatakan putus pertemanan dengan YA. Sebagai ilustrasi, kondisi hidup Zain sulit. Ibundanya meninggal karena sakit pada dua tahun lalu, saat Zain kelas V SD. Kini ayahnya sakit keras. Tidak bisa bekerja. Di rumah Zain mengurus ayahnya, didampingi bibinya.
Pemutusan pertemanan itu membuat YA marah. Tanpa komunikasi lagi, YA mengajak temannya, APM, mendatangi Zain di sekolahnya, lalu dibawa ke tempat sepi di TKP penemuan jenazah. Di sanalah Zain dibunuh.
Jadi, motif pembunuhan itu sepele. Yakni, korban memutus pertemanan. Mereka bukan putus pacaran, mereka juga bukan homoseks. Begitu sederhananya motif pembunuhan sadis itu.
Mengapa bisa begitu?