HARIAN DISWAY - Pertandingan leg pertama play-off fase gugur Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica di Estadio da Luz sempat dihentikan sekitar 10 menit setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan pelecehan rasial kepada wasit Francois Letexier.
Insiden itu terjadi tak lama setelah Vinicius mencetak gol pembuka yang kemudian menjadi penentu kemenangan 1-0 bagi Madrid.
Winger asal Brasil tersebut merayakan golnya dengan penuh ekspresi di depan tribun tuan rumah. Selebrasi itu memicu reaksi keras dari sebagian suporter dan pemain Benfica, hingga terjadi ketegangan di lapangan.
Situasi memanas ketika Vinicius terlibat adu mulut dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
BACA JUGA:Rating Pemain Real Madrid yang Kalahkan Benfica di Leg Pertama Playoff 16 Besar, Vini On Fire!
BACA JUGA:Benfica vs Real Madrid 0-1, Vinicius Jr Tuntaskan Balas Dendam Los Blancos di Lisbon
Momen Vinicius terkena rasis dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dalam laga Benfica vs Real Madrid, playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu 18 Februari 2026-Valter Gouveia-Getty Images
Dalam tayangan ulang, Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan jersey saat berbicara kepada Vinicius. Merasa mendapat perlakuan tidak pantas, Vinicius langsung menghampiri wasit untuk melaporkan dugaan ucapan rasis tersebut.
Sesuai protokol anti-rasisme UEFA, Letexier menyilangkan tangan di atas kepala sebagai sinyal penghentian sementara pertandingan. Para pemain diarahkan ke pinggir lapangan dan suasana stadion sempat tegang.
Vinicius terlihat berbicara dengan rekan-rekannya serta staf pelatih, termasuk pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa. Setelah diskusi dan situasi dinilai kondusif, laga kembali dilanjutkan. Madrid akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
BACA JUGA:Alvaro Arbeloa Dekati Rekor Start Terbaik Pelatih Real Madrid
BACA JUGA:Comeback Trent Langsung Buat Assist, Real Madrid Menang 4-1 dan Puncaki Klasemen
Reaksi Keras Para Pemain Madrid
Seusai pertandingan, sejumlah pemain Madrid, seperti Kylian Mbappe, Trent Alexander-Arnold, Thibaut Courtois, Aurelien Tchouamenilm, dan Fede Valverde secara terbuka membela Vinicius.
Di mulai dari sang kapten, Valverde menyatakan bahwa rekan-rekan setim yang berada dekat insiden tersebut mendengar ucapan yang tidak pantas.
“Kalau seseorang menutup mulutnya saat berbicara, biasanya karena dia mengatakan sesuatu yang tidak benar. Ini sangat disayangkan dan serius. Hal seperti ini sudah sering terjadi sebelumnya. Saya bangga kepada rekan-rekan yang membela Vini dan kepada Vini yang tetap melanjutkan pertandingan dengan luar biasa,” ujar Valverde.