Menag: Jadikan Ramadan 2026 Momentum Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Bangsa

Rabu 18-02-2026,13:10 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

JAKARTA, HARIAN DISWAY — Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan 1447 Hijriah/2026 M sebagai momentum untuk memperkuat kesalehan sosial sekaligus merawat harmoni kebangsaan.

Ramadan, menurutnya, tidak cukup dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi harus menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan sosial dan persaudaraan nasional.

“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kesalehan sosial dan merawat harmoni kebangsaan. Ia bukan sekadar ibadah individual, tetapi madrasah ruhani yang membentuk kepedulian, empati, dan tanggung jawab kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

BACA JUGA:DPR RI dan Pemerintah Rapat Bahas Pemulihan Banjir Sumatra, Pastikan Bisa Tuntas Sebelum Ramadan

BACA JUGA:Ramadan 2026: Negara dengan Puasa Terlama dan Terpendek di Dunia, Selisihnya Berjam-Jam!

Nasaruddin menegaskn bahwa ibadah puasa mengajarkan pengendalian diri serta cara hidup yang proporsional.

Nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam membangun kehidupan sosial yang adil, tidak eksploitatif, dan berkelanjutan, baik dalam relasi antarmanusia maupun terhadap lingkungan.

“Ramadan mendidik kita bahwa hidup bukan tentang memuaskan segala keinginan, tetapi tentang kesadaran untuk hidup secara seimbang. Pengendalian diri inilah fondasi bagi keberlanjutan kita sebagai bangsa yang bermartabat,” tegasnya.

Perbedaan Awal Ramadan Diminta Disikapi Dewasa

Menanggapi potensi perbedaan dalam mengawali Ramadan tahun ini, ia mengimbau masyarakat untuk menyikapinya dengan kedewasaan dan semangat persaudaraan. Perbedaan merupakan bagian tak terpisahkan dari kebhinekaan Indonesia.

“Jadikanlah perbedaan sebagai rahmat, bukan sekat. Jangan biarkan perbedaan hitungan melunturkan kedekatan hati. Dalam perbedaan itulah kualitas toleransi kita diuji dan ditingkatkan,” pesannya.

BACA JUGA:Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

BACA JUGA:Muhammadiyah Awal Puasa 18 Februari 2026, Hilal Tak Terlihat Versi Astronomi Bosscha

Selain itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadan untuk memperkuat solidaritas sosial. Sebagaimana keteladanan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai pribadi paling dermawan, terutama di bulan suci.

“Jadikan bulan ini sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Pastikan keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat,” ujarnya.

Nasaruddin pun berharap Ramadan 1447 Hijriah dapat melahirkan pribadi-pribadi yang tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga mampu menghadirkan kebaikan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kategori :