Antusiasme terlihat saat sesi praktik. Para peserta secara berkelompok harus berpacu dengan waktu dalam membuat moodboard.
Natasya Kuswanto, salah seorang siswa SMA Balongpanggang, mengungkapkan antusiasmenya. "Seru, meski tadi sampai panik. Apalagi saat mengejar waktu menata keramik menjadi moodboard," ujarnya, kemudian tertawa.
"Industri kreatif itu lebar. Isinya problem solving, inovasi, dan teknologi. Jadi tidak hanya pada desain," ujar Susan, Ph.D., Leed Green Associate, sekaligus dekan School of Creative Industry Universitas Ciputra.
BACA JUGA:Politeknik Ubaya Gelar Workshop Beauty dan Beragam Kuliner Jawa Timur, Usung Tema Colour of The Soul
Dia juga menyampaikan bahwa workshop itu adalah bagian dari penerapan membangun sebuah ekosistem. Di dalamnya menghubungkan talenta muda dengan industri.
Hal itu sejalan dengan yang disampaikan Prof. Trianggoro W, Vice Rector for Student Affairs, Employability, and Industry Collaboration
"Nanti saat teman-teman lulus, teman-teman sudah tahu dengan rencana ke depan. Yaitu melalui persiapan sumber daya yang memadai tentang industri."
Workshop kreatif itu berhasil menjadi ruang simulasi nyata bagi talenta muda. Khususnya dalam mengombinasikan kreativitas dan kebutuhan industri yang sesungguhnya. (*)
*) Peserta Magang dari Kemnaker RI.