MALANG, HARIAN DISWAY — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu program yang menjadi andalan adalah bantuan sosial (bansos) dan tali asih.
Karena itu, program bansos dan tali asih kerap digelar pada berbagai tempat. Termasuk di Pendapa Kabupaten Malang, pada Minggu 22 Februari 2026.
Penyaluran bansos dan tali asih dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Nilainya mencapai Rp 7.05 miliar.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas pembangunan daerah. Program ini menitikberatkan pada kesejahteraan inklusif, sekaligus memastikan masyarakat rentan mendapatkan dukungan nyata di tengah berbagai tantangan ekonomi.
BACA JUGA:Jelang Ramadhan, Khofifah Pastikan Stabilitas Harga Lewat Pasar Murah di Masjid Al Akbar
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas pembangunan daerah-Humas pemrov Jatim -
Khofifah menegaskan kebijakan sosial harus mampu mendorong kemandirian penerima manfaat. Pendekatan yang dilakukan bersifat terpadu, berbasis data, serta melibatkan lintas sektor agar intervensi tepat sasaran.
“Bantuan sosial harus menjadi pintu masuk pemberdayaan. Kita ingin masyarakat tidak hanya terbantu, tetapi juga memiliki peluang untuk bangkit dan mandiri,” ujarnyi.
Khofifah juga mengapresiasi sinergi DPRD Jatim, Pemkab Malang, perangkat daerah, BUMD, serta para pilar sosial yang berperan penting dalam memastikan program berjalan efektif di lapangan.
Dari total anggaran yang disalurkan, sebagian besar dialokasikan melalui Dinas Sosial Jatim. Program Keluarga Harapan (PKH) Plus menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp4,166 miliar untuk 2.083 keluarga penerima manfaat.
BACA JUGA:Jelang Ramadhan, Khofifah Turun Langsung Bagi Sembako untuk Warga
Masing-masing keluarga menerima Rp2 juta per tahun. Bantuan itu bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga prasejahtera.
Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas diberikan kepada 135 penerima. Asistensi tersebut merupakan bentuk afirmasi agar kelompok disabilitas mendapatkan akses kesejahteraan yang lebih baik.
Upaya penguatan ekonomi produktif juga dilakukan melalui program KIP Jawara. Program ini memberikan dukungan permodalan bagi puluhan penerima manfaat untuk menumbuhkan usaha mandiri.