Kasus Anak Mati oleh Ibu Tiri di Sukabumi: Ujian Efek Cinderella

Senin 23-02-2026,22:20 WIB
Reporter : Djono W. Oesman
Editor : Yusuf Ridho

Kematian Nizam Safei, 12, di Sukabumi, Kamis, 19 Februari 2026, menghebohkan. Ayahanda Nizam, Anwar Satibi, 38, kepada wartawan mengatakan, Nizam dianiaya ibu tirinya TR, 46. Heboh ibu tiri. Sampai, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyatakan bahwa komisi III akan mengawal kasus ini sampai pengadilan.

POLISI bertindak hati-hati. Belum menetapkan TR tersangka. Sampai Minggu, 22 Februari 2026, TR masih berstatus terlapor. Polisi menunggu hasil autopsi jenazah Nizam, terutama penyebab kematiannya.

Habiburokhman: ”Komisi III DPR RI mengutuk keras kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya Nizam Safei, 12 tahun. Komisi III akan mengawal kasus ini sampai ke pengadilan.”  

Kasusnya masih belum jelas betul. Hasil pemeriksaan tubuh luar mayat korban tampak tanda bekas luka bakar air panas. Kulit kaki dan tangan melepuh. Juga, ada bekas pukulan benda tumpul. 

Dokter forensik pemeriksa korban, Kombespol dr Carles Siagian, kepada wartawan, Sabtu, 21 Februari 2026, mengatakan, ”kami bersama tim dokter forensik melakukan autopsi jenazah. Hasil sementara, terdapat luka bakar di sekujur tubuh korban. Ekstremitas di lengan, paha, perut. Kemudian, ada luka bekas pukulan benda tumpul di bibir dan hidung.” 

BACA JUGA:Saat Anak Bunuh Ayah Tiri di Bulukumba, Sulsel: Generasi Anak Bumerang

BACA JUGA:Kisah Anak Durhaka

Menurut Carles, kondisi itu bukan penyebab kematian. Penyebab kematian Nizam akan diperiksa di RS Polri.

Konstruksi perkara: Ayahanda Nizam, Anwar Satibi, bercerai dengan istrinya, Lisna, pada 2020. Mereka punya satu anak, Nizam, yang saat itu usia 7 tahun. Hak asuh anak semestinya pada ibu. Namun, Anwar mengusulkan agar Nizam masuk pesantren di Cibitung. Lisna setuju. Sejak itu Nizam mondok di sana.

Anwar yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bikin gigi palsu di Sukabumi kemudian menikah dengan TR. TR punya dua anak angkat laki dan perempuan remaja. Anwar, TR, dan dua anak angkat mukim di Desa Bojongsari, Jampang Kulon, Sukabumi.

Nizam terakhir kelas VII madrasah tsanawiyah di Cibitung. Sejak pekan lalu ia libur, pulang ke rumah ayahnya. Tentu, ketemu ibu tirinya, yakni TR, dan dua saudara tirinya.

BACA JUGA:Anak Lihat Ayah Bunuh Ibu di Gresik

BACA JUGA:Anak Pekerja Migran Indonesia

Anwar: ”Saya dan Raja (panggilan Nizam) selalu bersama saat ia liburan di rumah. Kami sering bergurau. Ia sehat. Tidak sakit. Sampai kemudian saya tinggalkan untuk bekerja, rencananya dua hari di Sukabumi Kota.”

Rabu malam, 18 Februari 2026, Anwar ditelepon istrinya, TR, diminta pulang karena Nizam sakit panas. Anwar pulang. Ia mendapati Nizam demam. Ia periksa, di sekujur badan Nizam lebam-lebam. Ia bertanya ke TR dan Nizam, tidak ada yang mengaku penyebab lebam itu.

Kategori :