Seniman Beri Masukan Terkait Proses Seleksi Calon Pengurus Dewan Kebudayaan Surabaya

Rabu 25-02-2026,07:00 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Musyawarah Kebudayaan Kota Surabaya telah selesai digelar pada 14 Februari 2026 silam. Sebanyak 26 nama besar terpilih telah mengikuti proses seleksi lanjutan.

Kedua puluh enam seniman/budayawan yang terpilih dalam voting digital itu telah mengikuti proses ujian. Pengujinya ada 5 orang dari tim Transformasi Kebudayaan Kota Surabaya. 

Kemudian, nama-nama yang terpilih akan dibawa pada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Bisa jadi wali kota yang menentukan nama-nama itu. Mereka yang terpilihlah yang menjadi pengurus Dewan Kebudayaan Kota Surabaya.

Namun, kelangsungan proses Musyawarah Kebudayaan itu mendapat sorotan. Juga proses seleksi yang telah berlangsung pada 21 Februari lalu.

BACA JUGA:Musyawarah Kebudayaan Kota Surabaya, Probo Darono Yakti Berharap Proses Seleksi Transparan

BACA JUGA:Gerakan Kebudayaan Kampung Bangunrejo


Suasana pelaksanaan Musyawarah Kebudayaan Kota Surabaya di Balai Pemuda, 14 Februari 2026.-Probo Darono Yakti-

Probo Darono Yakti, salah seorang dari 26 nama tersebut mengatakan, "Saat proses seleksi, kami diberi pertanyaan substansial tentang visi dan misi jika terpilih sebagai anggota Dewan Kebudayaan Surabaya."

"Kami pun diberi pemahaman. Bahwa gerak Dewan Kebudayaan Surabaya tidak bisa terlalu leluasa. Karena berkaitan dengan anggaran yang terbatas. Tapi keterbatasan itu yang nantinya akan kami maksimalkan," tambah dosen Hubungan Internasional, FISIP, Unair itu dalam wawancara via telepon, 24 Februari.

Beberapa seniman meragukan proses seleksi itu. Terutama terkait objektivitas tim penilai. Juga, apakah mereka yang terpilih benar-benar mewakili aspirasi seniman/budayawan Kota Surabaya?

Salah satunya disampaikan oleh Meimura, seniman tradisi Surabaya. "Suara terbanyak belum tentu masuk struktur. Masih akan dikaji oleh wali kota. Dari situ, kita dapat melihat dialektika klasik. Antara partisipasi publik dan otoritas eksekutif," ujarnya.

BACA JUGA:Mbangunrejo Art Festival 2025, Berbagai Pentas Seni Tampilkan Wajah Baru Kampung Bangunrejo

BACA JUGA:Jeritan Kampung Dupak Bangunrejo Lewat Drama Monolog Sangkan Paran: Jantung Tanpa Hati

Ia menyebut bahwa proses seleksi itu seharusnya dilakukan secara transparan. Dapat diakses siapa saja. Pun, terdapat kejelasan mandat.

Meimura juga menyayangkan peserta Musyawarah Kebudayaan Kota Surabaya yang bersifat terbatas. "Apalagi pendaftarannya pakai link. Jumlah 114 peserta tampaknya mengesankan. Tapi masih banyak yang tak bisa mengakses," katanya.

Kategori :