Prabowo Kembali ke Tanah Air Setelah Kunker Maraton dari Amerika ke Timur Tengah

Jumat 27-02-2026,15:34 WIB
Reporter : Aqila Firda Zahro*
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY – Pada Jumat, 27 Februari 2026, Presiden Prabowo kembali ke tanah air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja luar negeri yang menghasilkan sejumlah capaian strategis.

Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa Kepala Negara mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Hujan yang mengguyur sejak pagi hari tak menghalangi prosesi penyambutan yang tetap berlangsung khidmat.

Setibanya di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo menyempatkan diri menyapa para pejabat yang telah menunggu. Kehadirannya disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Presiden memulai lawatannya pekan lalu, tepatnya pada Senin, 16 Februari 2026 dengan tujuan Washington DC, Amerika Serikat (AS). Setelah menghabiskan beberapa hari di negeri Paman Sam, Prabowo melanjutkan kunker ke Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA).

BACA JUGA:Prabowo–MBZ Sepakat Perkuat Investasi, UEA Siap Tambah Modal di Indonesia

BACA JUGA:Prabowo Tiba di Yordania, Dikawal Jet Tempur F-16 dan Disambut Putra Mahkota Al Hussein

Dalam lawatan tersebut, Presiden menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara sahabat. Agenda utama mencakup penguatan kerja sama perdagangan, peningkatan investasi, serta perluasan kemitraan ekonomi strategis jangka panjang.

Di Amerika Serikat, Prabowo menghadiri sejumlah forum penting bersama para pebisnis AS, kemudian dengan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan Board of Peance (BoP). 

Selain isu ekonomi, diplomasi perdamaian menjadi sorotan penting. Presiden Prabowo turut mendorong upaya penyelesaian konflik di Gaza melalui pendekatan solusi dua negara. 

BACA JUGA:Ternyata Begini Misi dan Strategi Prabowo di Balik Program Kopdes Merah Putih

Koordinasi dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah juga diperkuat guna menjaga stabilitas regional.

Beberapa kesepakatan berhasil dicapai, baik dalam bentuk komitmen investasi maupun peningkatan kolaborasi di sektor-sektor prioritas. Lawatan ini diharapkan dapat mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang aktif dalam membangun stabilitas global.

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia sebagai jembatan perdamaian dunia, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap selaras dengan dinamika kawasan dan kepentingan jangka panjang bangsa.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Airlangga

Kategori :