Kisah Suami Bunuh Istri di Tanjungpinang: Dulu, Bunuh Selingkuhan

Jumat 27-02-2026,21:46 WIB
Oleh: Djono W. Oesman

Nasrun, 67, membunuh selingkuhannya, Supartini, 37, pada Minggu, 15 Juli 2018. Mayatnyi dikarungi. Nasrun dihukum 15 tahun penjara, bebas bersyarat 27 Agustus 2025. Ternyata ia mengulangi. Rabu, 25 Februari 2026, ia membunuh istrinya, Harsalena, 56. Mayatnyi juga dikarungi. Ia gila atau pembunuh berantai?

PEMBUNUH berantai berdasar definisi Federal Bureau of Investigation (FBI) adalah orang yang membunuh minimal dua orang dengan modus operandi yang mirip. 

Nasrun, terbukti di persidangan PN Tanjungpinang, membunuh Supartini dan dihukum penjara 15 tahun, sudah dijalani. Karena selama dipenjara berkelakuan baik, ia bebas bersyarat Rabu, 27 Agustus 2025. 

Kini ia diduga membunuh lagi, dengan modus yang sama, korban dimasukkan karung. Ia layak disebut pembunuhan berantai. Setidaknya, ia tidak kapok dipenjara sebagai pembunuh.

BACA JUGA:Suami Bunuh Istri di Bogor, Ditonton Cucu: Diduga Motif Utang

BACA JUGA:Diungkap, Motif Suami Bunuh Istri di Banyuwangi: Pelaku Takut Kehilangan

Pada pembunuhan Harsalena, polisi bergerak sangat cepat. Pembunuhan terjadi Rabu sore, 25 Februari 2026. Tiga jam kemudian polisi menangkap Nasrun yang kabur naik motor sedang melaju ke arah Bintan, Kepri.

Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang AKP Wamilik Mabel kepada wartawan, Kamis, 26 Februari 2026, mengatakan, polisi dilapori warga via call centre Polri 110, Rabu malam, 25 Februari 2026. Bahwa ada dugaan pembunuhan di rumah gang Bougenville, RT 05, RW 04, Kelurahan Pinang Kencana, Tanjungpinang.

Tim polisi langsung bergerak ke TKP, mengolah TKP, bertanya ke saksi-saksi.

Anak perempuan korban orang pertama yang mendapati tubuh korban terbungkus karung di gudang rumah. Dia saat itu baru tiba di rumah, berpapasan dengan papanyi, Nasrun. Si anak bertanya, rumah kok sepi, mama ke mana?

BACA JUGA:Suami Bunuh Istri di Banyuwangi Menyerah ke Polisi: Femisida Masih Mengejutkan

BACA JUGA:Suami Istri Saling Cemburu, Suami Bunuh Istri: Gegara Telepon HP

Nasrun malah marah. Terjadi cekcok singkat. Nasrun buru-buru naik motornya, pergi. Nasrun tidak kembali sampai polisi tiba di TKP. HP-nya mati.

Si anak memeriksa rumah. Tiba di gudang, dia melihat onggokan tertutup kain. Kain disingkap, tampaklah sebuah karung besar. Karung dibuka, tampak tubuh mamanyi. 

Dia menjerit histeris sehingga tetangga berdatangan. Warga menelepon polisi.

Kategori :